NTB.Suara.com - PSSI mendukung pemberian sanksi maksimal kepada siapapun yang terkait dengan tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, yang menyebabkan hilangnya nyawa para suporter saat menonton pertandingan klub kebanggaannya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan pihaknya mendorong adanya hukuman maksimal tanpa harus berpolemik. Sebab, Indonesia memiliki sistem pengadilan yang memproses.
"Kami tidak dapat mengintervensi sistem peradilan, tetapi kami mendorong penerapan sanksi maksimal," tegasnya.
Menurutnya, sebesar apa pun upaya yang dilakukan oleh semua pihak, tidak ada yang bisa mengobati rasa kehilangan yang dialami oleh para keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Malang.
Erick juga memahami bahwa tidak ada hal apa pun yang bisa mengimbangi rasa sedih yang sangat mendalam di dalam hati para keluarga korban.
Oleh sebab itu, pihaknya sangat mendukung langkah hukum yang sedang berjalan dan terus mengawal upaya penerapan sanksi maksimal bagi siapapun yang terlibat.
"Kami akan dorong adanya hukuman maksimal, tanpa harus berpolemik siapa," ucap Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN.
Ia juga mengatakan proses perbaikan setelah tragedi Kanjuruhan perlu terus dilanjutkan. Salah satunya adalah memasukkan Stadion Kanjuruhan sebagai salah satu dari 22 stadion yang akan diperbaiki.
Erick menambahkan dampak tragedi Kanjuruhan sangat besar pada langkah-langkah perbaikan persepakbolaan Indonesia. Di antaranya, kedatangan FIFA ke Indonesia untuk membangun sepakbola secara serius.
Baca Juga: Tanggal 27 Juli Akan Dinantikan oleh Para Pencinta Timnas Indonesia, Tahu Alasannya?
Selanjutnya, selama kompetisi liga, untuk sementara tidak dihadiri oleh suporter dari tim tamu. Hal itu bertujuan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
"Program baru lainnya adalah perbaikan sistem perwasitan, sistem keamanan stadion, hingga sistem perizinan kompetisi," kata Erick. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa