NTB.Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberlakukan penyesuaian tarif baru angkutan penyebrangan kelas ekonomi lintas antarprovinsi dan antarnegara, termasuk dari dan menuju Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, mulai 3 Agustus 2023.
Penyesuaian tarif baru tersebut berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KM 61 tahun 2023 yang ditandatangani 4 Juli 2023.
Atas kebijakan baru tersebut, para pengusaha angkutan penyeberangan yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan atau Gapasdap Lembar menyatakan kesiapannya melaksanakan kebijakan tersebut.
Bahkan kalangan pengusaha bersama dengan otoritas Pelabuhan Lembar membuat posko yang mengawal dan mengawasi kebijakan penyesuaian tarif mulai pukul 3 Agustus 2023 pukul 00.00 Wita.
Ketua Gapasdap Lembar, Denny F Anggoro menyatakan rasa syukurnya atas penyesuaian tarif tahap II dengan besaran 4,9 persen yang diberlakukan pemerintah.
Penyesuaian tarif tersebut sekaligus menambah kenaikan tarif tahap I sebelumnya pada 2022 sebesar 11 persen, sehingga paling tidak dapat membantu kesulitan yang dialami pengusaha kapal setelah dilanda berbagai persoalan mulai dari kenaikan harga BBM, sparepart dan lain lain.
"Penyesuaian tarif, alhamduillah bantuan itu sudah datang. Kami harus memaklumi meski total penyesuaian ini belum mencapai angka yang kami ajukan sebesar 19 persen sejak 2021," katanya.
Sejak lama, kata dia, pengusaha angkutan penyeberangan dihadapkan dengan beragam persoalan terutama yang menyangkut beban operasional. Di sisi lain pemerintah tidak bisa mengambil kebijakan cepat karena kondisi fiskal akibat dampak pandemi dan global yang tidak menentu.
"Kami masih harus bersabar, tapi kami juga harus memaklumi kondisi negara kita, syukur saat ini sudah bisa bertambah dan itu menjadi bantuan nafas baru bagi kami," ucapnya.
Baca Juga: Jelang 2024, Bawaslu Segera Siapkan Indeks Kerawanan Pemilu Tematik
Menurut Denny, semua operator kapal sudah sepakat untuk selalu meningkatkan dan mengupdate fasilitas penunjang bagi penumpang. Di sisi lain, operator kapal juga berharap agar pemerintah dalam hal ini ASDP sebagai fasilitator juga terus memperbaiki dan menjaga kelaikan sarana prasarana penunjang penyebrangan agar lebih memadai.
"Ya tentu konsekuensinya kami harus terus mengupdate fasilitas dan layanan kami kepada pengguna jasa agar lebih nyaman dan aman. Nah kami juga meminta pemerintah bisa menyediakan fasilitas yang memadai juga untuk mendukung layanan kami," ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Lembar, Ardhi Ekapaty mengatakan, penyesuaian tarif dilatarbelakangi beberapa faktor seperti kenaikan harga BBM.
Selain itu, meningkatnya biaya operasional perusahaan angkutan, peningkatan pelayanan dan keselamatan serta peningkatan daya saing dengan moda lain serta kepstian investasi.
"Sejak ditandatangani pada 4 Juli 2023, kami langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyesuaian tarif ini, kami tebarkan brosur juga kepada pengguna jasa," katanya.
Khusus pada awal penyesuaian tarif, ASDP Cabang Lembar bersama pemangku kepentingan lainnya turun langsung melakukan pengawasan dan memastikan penyesuaian tarif tersebut diberlakukan.
Ardhi juga berharap dengan tarif baru ini, angkutan penyebrangan dapat meningkatan pelayanan dan menjamin keselamatan penumpang.
"Dengan adanya penyesuaian tarif angkutan penyebrangan ini operator kapal diminta untuk lebih meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran serta menjaga kualitas layanan angkutan penyebrangan," ucapnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang