NTB.Suara.com - Kementerian LHK mendapat anggaran sebesar Rp7,64 triliun pada 2024. Anggaran untuk melaksanakan berbagai program tersebut sudah disetujui oleh Komisi IV DPR dalam rapat kerja di Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Wakil Ketua Komisi IV DPR budhy Setiawan menjabarkan anggaran untuk Kementerian LHK tersebut terbagi untuk beberapa pos, yakni Sekretariat Jenderal Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sebesar Rp449,80 miliar.
Selain itu, Inspektorat Jenderal, Kementerian LHK sebesar Rp73,67 miliar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari senilai Rp300,88 miliar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan senilai Rp1,35 triliun.
Untuk Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem mencapat alokasi anggaran sebesar Rp1,74 triliun, sedangkan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan senilai Rp716,01 miliar.
Sementara Direktorat Jenderal Perubahan Iklim senilai Rp353,83 miliar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya serta Beracun senilai Rp274,40 miliar.
Untuk Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan mendapat anggaran senilai Rp595,29 miliar, dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove senilai Rp320,97 miliar.
"Kami akan menyampaikan hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran Kementerian LHK kepada Badan Anggaran DPR untuk dilakukan sinkronisasi," terang Budhy, seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar berharap agar Komisi IV DPR memberikan dukungan terkait usulan kenaikan pagu belanja penerimaan negara bukan pajak dari Rp6,7 triliun naik menjadi Rp7,1 triliun. (*)
Baca Juga: 5 Korban KM Mutiara Berkah I Terbakar Dilarikan ke Rumah Sakit
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Ipswich Town Bisa Promosi Premier League, Apakah Elkan Baggott Masuk Skuad Utama?
-
Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting
-
Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati
-
5 Wajan Anti Lengket yang Aman Tanpa Bahan Kimia PFOA, Masak Lebih Sehat
-
Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan
-
Viral Mobil Dinas Parkir di Trotoar, Satpol PP DKI Minta Maaf dan Jatuhkan Sanksi ke Anggota
-
Omara Esteghlal Ungkap Kondisi Memprihatinkan Tol Mahal Tapi Berlubang: Hati-Hati Guys
-
Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban
-
Detik-detik Mencekam di Cipatat: Angkot Berhenti Bawa Pelajar Dihantam Fuso hingga Terguling!
-
Diduga Lakukan Kekerasan Verbal, Manager Kursus di Jakarta Utara Dipolisikan ke Polda Metro Jaya