NTB.Suara.com - Kabar meninggalnya Nenek Rohaya pada tanggal 6 September 2023 di Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan, telah menyentak publik. Nenek Rohaya adalah seorang wanita paruh baya yang kisah cintanya sempat menjadi sorotan dunia maya.
Meskipun berusia 77 tahun, perjalanan hidupnya yang penuh warna telah menginspirasi banyak orang. Kisah cinta Nenek Rohaya dan Slamet adalah salah satu yang paling menarik perhatian banyak orang. Mereka adalah pasangan yang terpaut usia sangat jauh, dengan selisih usia lebih dari setengah abad. Pernikahan mereka yang terjadi pada tahun 2017 menjadi bukti bahwa cinta tidak mengenal batasan usia.
Ketika pernikahan itu dilangsungkan, Nenek Rohaya berusia 71 tahun, sedangkan Slamet hanya berusia 16 tahun. Meskipun usianya terpaut begitu jauh, mereka memilih untuk bersatu dalam ikatan pernikahan. Mereka kemudian tinggal bersama di Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan.
Kisah cinta unik ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Banyak yang mengagumi keteguhan Nenek Rohaya dan Slamet dalam menjalani hubungan mereka yang tidak biasa ini.
Menurut Sekretaris Desa tempat Nenek Rohaya meninggal dunia, Bambang Siswoyo, beliau meninggal karena sakit tua. "Nenek Rohaya telah mengalami sakit selama beberapa waktu sebelum akhirnya meninggal dunia. Kondisi kesehatannya yang sudah lanjut usia membuatnya lebih rentan terhadap berbagai masalah kesehatan," paparnya, Kamis 7 September 2023.
Proses pemakaman Nenek Rohaya dilakukan pada jam 14.00 WIB setelah dia meninggal pada jam 11.30 WIB. Walaupun kepergian Nenek Rohaya telah meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan kerabatnya, namun perjalanan hidupnya yang penuh semangat dan cinta tetap akan dikenang.
Nenek Rohaya tidak hanya dikenal karena kisah cintanya yang tak biasa, tetapi juga karena keteguhannya dalam menghadapi sakit dan tantangan hidup. Dia mengalami sakit sejak Januari lalu, dan kondisinya semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
Dia bahkan mengungkapkan bahwa tubuhnya tidak lagi bugar, dan sering merasakan sakit yang tidak tertahankan. Meskipun dalam kondisi sakit-sakitan, Nenek Rohaya tetap mempertahankan semangat hidupnya. Dia tidak pernah menyerah pada penyakit dan terus berusaha untuk menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. (*)
Baca Juga: Pupuk Andalannya Viral, Infarm Siap Berinovasi untuk Pertanian
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Rahasia Lipat Gandakan Omzet Lewat Ekosistem AI dan GrabModal
-
Nanik S Deyang Mundur dari Ketua BGN, Apakah Dapat Tunjangan Seumur Hidup?
-
Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum
-
Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan
-
Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
-
Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang
-
Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara