NTB.suara.com - Keselamatan pelanggan adalah aspek yang sangat penting dalam dunia otomotif. Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga keamanan, kepuasan, dan kepercayaan konsumen di Tanah Air, Astra Daihatsu Motor (ADM) telah mengadakan program Special Service Campaign (SSC) atau recall terhadap model Daihatsu All New Ayla 1.0L tertentu.
Recall ini bertujuan untuk memastikan kinerja mesin tetap optimal selama penggunaan kendaraan. Daihatsu All New Ayla 1.0L telah menjadi salah satu model yang populer di Indonesia. Model ini dikenal karena kinerja yang handal, efisiensi bahan bakar yang baik, dan harga yang terjangkau. Sejak pertama kali diperkenalkan, All New Ayla 1.0L telah menjadi pilihan favorit banyak konsumen, terutama mereka yang mencari kendaraan yang cocok untuk penggunaan sehari-hari.
Dalam upaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan, ADM telah mengumumkan program Special Service Campaign (SSC) atau recall. Recall ini akan melibatkan pemeriksaan dan penyesuaian ulang Electronic Control Unit (ECU) mesin. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kinerja mesin tetap optimal dan tidak menghadirkan risiko apa pun selama penggunaan kendaraan.
ADM mencatat bahwa total ada 3.383 unit Daihatsu All New Ayla varian 1.0L yang diproduksi dalam rentang waktu 28 Februari hingga 23 Mei 2023 yang terdaftar untuk mengikuti program recall ini. Dengan kata lain, kendaraan-kendaraan ini memiliki potensi masalah yang perlu diperiksa dan diperbaiki.
Konsumen yang memiliki Daihatsu All New Ayla 1.0L dapat dengan mudah memeriksa apakah kendaraan mereka masuk ke dalam program recall ini. Ada dua cara untuk melakukannya:
Mengunjungi Website Resmi: Konsumen dapat mengunjungi website resmi Daihatsu di tautan ini dan memasukkan nomor rangka kendaraan mereka. Website ini akan memberikan informasi apakah kendaraan tersebut terpengaruh oleh recall.
Menghubungi Daihatsu Access: Konsumen juga dapat menghubungi Daihatsu Access melalui nomor kontak 1-500-898. Tim dari Daihatsu akan memberikan panduan lebih lanjut dan bantuan yang diperlukan.
Bagi konsumen yang memiliki Daihatsu All New Ayla 1.0L yang terpengaruh oleh recall, ada beberapa langkah yang perlu diikuti:
Booking Service: Konsumen disarankan untuk melakukan booking service terlebih dahulu melalui bengkel resmi Daihatsu.
Kunjungi Bengkel: Setelah melakukan booking, konsumen perlu datang ke bengkel resmi Daihatsu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Baca Juga: KUA, Madrasah Aliyah Hingga PTKIN Boleh Digunakan untuk Sosialisasi Pemilu
Pengerjaan dalam Waktu Singkat: Salah satu keuntungan dari program ini adalah bahwa pengerjaannya berlangsung kurang dari 1 jam. Selain itu, konsumen tidak akan dikenakan biaya apa pun untuk pemeriksaan dan penyesuaian ulang ECU mesin.
Dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat, 15 September 2023. Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Planning and Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab Daihatsu dalam mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan selama berkendara. Tindakan preventif seperti recall ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kendaraan Daihatsu tetap aman dan dapat diandalkan.
Daihatsu All New Ayla 1.0L adalah produk yang telah dirancang dengan cermat oleh tim R&D Daihatsu. Dalam proses pembuatannya, Daihatsu bekerja sama dengan lebih dari 1.700 supplier dan mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 80 persen. Ini merupakan wujud komitmen Daihatsu dalam mendukung industri otomotif dalam negeri.
Dalam hal fitur keamanan, All New Ayla 1.0L dilengkapi dengan beragam teknologi yang memastikan keselamatan pengendara dan penumpangnya. Beberapa fitur keamanan yang dimiliki kendaraan ini meliputi Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), Vehicle Stability Control, Hill Start Assist, dan Dual SRS Airbag. Semua fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pengguna kendaraan.
Meskipun All New Ayla 1.0L adalah model trim bawah, performa mesinnya tetap handal. Kendaraan ini dilengkapi dengan mesin 1KR-VE, tiga silinder berkapasitas 998 cc dengan teknologi VVT-i 12 katup. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 68 PS pada 6.000 rpm dan torsi sebesar 89 Nm pada 4.400 rpm. Konsumen memiliki pilihan transmisi antara manual dan D-CVT.
Dengan performa yang solid dan efisiensi bahan bakar yang baik, All New Ayla 1.0L merupakan pilihan yang ideal bagi pembeli pertama yang mencari kendaraan dengan harga terjangkau. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?