NTB.suara.com - Chevrolet adalah merek mobil Amerika yang didirikan pada tahun 1911 oleh Louis Chevrolet dan Willian Durant. Merek ini merupakan salah satu dari General Motors Company dan salah satu merek mobil terlaris di Amerika Serikat. Brand mobil ini juga menjadi salah satu yang membuka pintu pabrikan dari Negeri Paman Sam untuk pasar Asia.
Chevrolet, yang dikenal sebagai Chevy memiliki logo dengan julukan "bowtie" atau dasi kupu-kupu, tidak banyak mengalami perubahan sepanjang sejarahnya. Logo ini dirancang oleh pendiri merek, Willian Durant, pada tahun 1913. Ada tiga versi paling populer tentang bagaimana logo ini diciptakan.
Versi pertama mengatakan bahwa logo ini terinspirasi oleh pola wallpaper di sebuah hotel di Paris, tempat Durant pernah menginap. Versi kedua adalah kisah putri pendiri tentang Durant menggambar logo ini saat makan malam di dapur keluarga. Versi terakhir, namun bukan yang terakhir, adalah bahwa Durant memodifikasi logo "Coalettes," produk yang dibuat oleh salah satu Perusahaan Batu Bara Amerika, yang iklannya ia lihat di surat kabar. Logo Coalettes adalah dasi kupu-kupu miring dengan tampilan grafis yang tegas.
Chevrolet adalah salah satu produsen mobil terbesar di Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1911. Saat ini, perusahaan ini memproduksi kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan truk yang didistribusikan ke seluruh dunia melalui beberapa anak perusahaan Chevrolet. Merek ini dimiliki oleh General Motors Company.
1911 – 1913
Logo pertama merek ini terdiri dari tanda tangan hitam pendiri, Louis Chevrolet, yang dieksekusi dalam jenis huruf tangan yang tebal dan khas.
1914 – 1934
Logo dasi kupu-kupu terkenal diciptakan. Skema warna versi pertama adalah biru muda dan emas dengan huruf putih dan emas. Kombinasi ini membuat logo terlihat elegan dan mewah. Kata "Chevrolet" ditempatkan di garis horizontal salib Chevrolet.
1934 – 1940
Skema warna logo berubah menjadi monokrom dan jenis huruf menjadi lebih modern dengan huruf yang lebih besar. Logo ini kini lebih maskulin dan kuat.
1940 – 1950
Perusahaan memutuskan untuk kembali ke palet warna biru dan emas asli, tetapi kali ini warna biru Chevy lebih terang dan intens, menciptakan kontras yang baik dengan tulisan putih di nameplate dan bingkai emas salib.
1940 – 1945
Logo Chevrolet tahun 1940-an menampilkan tulisan besar dengan huruf kapital hitam dalam jenis huruf serif elegan, dengan huruf "V" di tengah nameplate yang diperbesar dan terlihat seperti tanda kemenangan atau burung yang distilasi. Ini adalah salah satu lencana Chevrolet yang paling sederhana, yang tidak memiliki grafik tambahan dan bahkan tidak dibingkai.
Baca Juga: Toping Melimpah, Menikmati Jajanan Pisang Nugget di Kota Jambi
1950 – 1964
Perubahan paling radikal dalam sejarah logo ini. Skema warna berubah menjadi merah dan putih, dengan emblem ditempatkan di latar belakang merah melengkung. Salib kini berwarna putih dengan tulisan merah miring di atasnya.
1964 – 1976
Periode logo Chevy yang paling minimalis. Dieksekusi dalam monokrom, dengan garis-garis tipis dari kontur dasi kupu-kupu dan huruf miring tebal.
1976 – 1988
Logo kembali berwarna biru, tetapi kali ini dengan bingkai putih tipis dari dalam dasi dan bayangan hitam. Tulisan menjadi lebih kecil dan ditempatkan di tengah garis horizontal.
1988 – 2002
Logo Chevy sekarang terdiri dari emblem tunggal, tulisan sudah tidak ada lagi. Skema warna salib adalah biru dan merah di latar belakang hitam.
1994 – 2001
Redesain tahun 1994 memperkenalkan versi tiga dimensi modern dari emblem Chevrolet. Dasinya dieksekusi dalam gradasi biru dengan permukaan mengkilap dan bingkai perak yang berbentuk volumin. Logotipe "Genuine Chevrolet" ditulis dalam hitam di bawah emblem, menggunakan jenis huruf serif yang sedikit diperpanjang dengan garis halus dan serif yang halus.
2001 – 2002
Salib menjadi tiga dimensi, berwarna merah tua. Ini sekarang hanya berupa kontur pada latar belakang putih. Logo terlihat modern dan percaya diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Ungkap Misteri Puteri Gunung Ledang dalam Bukuloka: Janji Di Puncak Ledang
-
Manggala Agni Berupaya Padamkan Kebakaran Lahan 60 Hektare di Pelalawan
-
Cici Nuni Ungkap Rahasia Sukses Jadi Affiliator, Penghasilannya Setara Pekerja Kantoran
-
5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?
-
Khoirul Muzaki dan Alfiatun Resmi Pimpin AJI Purwokerto 2026-2029
-
Dari Sunset hingga Pertunjukan Musikal, Ini 5 Cara Seru Menghabiskan Libur Panjang di Jakarta
-
TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi
-
Bakar Sampah Bukan Solusi Praktis: Mengapa Cara Tradisional Ini Justru Mengancam Nyawa?
-
Plus Minus Pinang Honda Scoopy di 2026, Kenapa Skutik Ini Tetap Jadi Favorit Pengendara Wanita?