Otomotif / Mobil
Senin, 20 Oktober 2014 | 03:11 WIB

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah untuk menarik investasi di sektor otomotif untuk memperkuat basis industri di Tanah Air menjadi langkah jitu untuk menekan impor, dan mengurangi defisit perdagangan.

Vice President PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengakui sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini relatif cukup kondusif bagi pengembangan industri nasional, termasuk di sektor otomotif.

Hal itu, setidaknya terlihat dari komitmen Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif di Indonesia yang terus meningkatkan investasi di Indonesia. Bahkan, bisa mencapai lebih dari Rp20 triliun sampai 2020, seperti yang dikemukan CEO Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda ketika berkunjung ke Jakarta pada tahun 2012.

"Setelah peningkatan kapasitas dari 120.000 unit menjadi 250.000 unit, kemampuan TMMIN memasok mobil ke pasar dalam negeri maupun ekspor meningkatkan pesat. Pengunaan komponen lokal dan penyerapan tenaga kerja juga naik tajam," kata Warih menggambarkan realisasi investasi Toyota di Indonesia.

Selain itu, lanjut dia, jumlah model mobil yang diproduksi Toyota di Indonesia juga bertambah, tidak lagi terbatas pada kendaraan serbaguna (MPV) seperti Kijang Innova dan mobil sport (SUV) seperti Fortuner.

Sejak tahun lalu, TMMIN mulai memproduksi sedan buntung (hatchback) seperti Etios Valco dan Toyota Yaris serta sedan Toyota Vios.

"Kini, lebih dari 90 persen mobil Toyota yang dijual di Indonesia sudah diproduksi di dalam negeri dengan penggunaan komponen lokal antara 60--80 persen," kata Warih.

Kendaraan yang diproduksi Toyota di Indonesia itu juga diekspor ke lebih dari 70 negara di dunia.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman M.R. memperkirakan ekspor mobil dari Indonesia tahun ini bisa menembus angka 200.000 unit.

"Ekspor mobil secara utuh (CBU) tahun lalu mencapai 170.958 unit, sementara pada bulan Januari--Agustus tahun ini telah mencapai 126.935 unit," katanya.

Total kapasitas produksi kendaraan secara nasional, diprediksi menembus 2.000.000 unit sampai akhir tahun.

Kontribusi Dari jumlah ekspor mobil Indonesia ke berbagai negara tersebut, kontribusi terbesar, yaitu sekitar 70 persen berasal dari Toyota. Sisanya berasal dari merek lain dalam jumlah yang lebih kecil, seperti Suzuki dan Honda.

Pada bulan Januari--Agustus 2014 ekspor TMMIN untuk CBU mencapai 97.111 unit atau naik 24,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2013. Ekspor tersebut terdiri atas Toyota Fortuner, Innova, Vios, Rush, Avanza, Town/Lite Ace, dan Agya.

"Kami berharap, sampai akhir tahun ekspor CBU bisa tumbuh sampai 30 persen dibandingkan tahun lalu," kata Warih.

Pada tahun 2013 ekspor mobil CBU Toyota melalui TMMIN mencapai 118.438 unit.

Selain CBU, TMMIN juga mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD) sebanyak 27.800 unit pada bulan Januari--Agustus 2014 atau naik 15,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2013.

Selain itu, ada ekspor komponen sebanyak 41.551 unit dan ekspor mesin dalam bentuk Engine Assy sebesar 33.988 unit serta Engine Component 63.216 unit.

"Dari sisi nilai, ekspor Toyota telah mencapai lebih dari 12 miliar dolar AS sejak pengapalan perdana. Pada tahun 2013, Toyota mencatatkan nilai ekspor sebesar lebih dari 2,1 miliar dolar AS," kata Direktur Corporate and External Affairs TMMIN I Made Dana Tangkas.

Kinerja ekspor itulah yang membawa TMMIN dalam lima tahun terakhir menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan, yaitu Primaniyarta sejak 2009 sampai 2014. TMMIN merupakan satu-satunya perusahaan otomotif yang mendapat penghargaan bergengsi dari pemerintah itu.

"Kami sangat senang dan bangga serta berterima kasih atas apresiasi pemerintah terhadap kinerja ekspor perusahaan. Kami berharap semoga TMMIN dapat semakin meningkatkan kinerja eskpornya pada masa mendatang," kata Presdir TMMIN Masahiro Nonami.

Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang menjadi basis produksi dan ekspor terbesar Toyota ke dunia. Apalagi, TMC melihat industri otomotif akan menjadi salah satu fokus pengembangan industri nasional. (Antara)

Load More