Suara.com - Produsen-produsen ban dunia mulai bergiat menciptakan terobosan dalam teknologi roda mobil dalam upanyanya mendukung produsen kendaraan menghasilkan mobil yang irit bahan bakar.
Salah satu produsen ban terbesar di dunia, Bridgestone, sudah mulai memproduksi ban yang menggunakan teknologi "ologic". Ban jenis ini sudah digunakan oleh mobil listrik BMW i3 dan i8.
Tampilan ban ologic pada dasarnya mempunyai diameter lebih besar dan lebar tapak roda yang lebih sempit. Tetapi dinding (sidewall) ban ologic lebih lebar atau lebih tinggi dari ban konvensional.
Dengan desain itu ban bisa menjangkau jarak yang lebih jauh dalam satu putaran, tetapi gesekan dengan jalan lebih sedikit. Konsep itu membuat mobil listrik bisa menempuh jarak lebih jauh dengan kapasitas baterai yang dimiliki.
Gagasan yang dikembangkan produsen ban asal Jepang itu sebenarnya bertolak belakang dengan tren ban mobil selama satu dekade terakhir. Sejak 1990an, konsumen lebih menggemari ban yang lebih lebar, karena dengannya mobil lebih stabil saat melewati tikungan dan ban bisa mencengkeram jalan lebih kuat. Ban konvensional juga cenderung punya dinding lebih rendah.
Pada saat yang sama Goodyear, pesaing Bridgestone, mengembangkan teknologi yang bisa membuat mobil lebih irit bahan bakar dengan cara lain.
Produsen ban Amerika Serikat itu menciptakan sistem "air maintenance" ban. Dengan sistem itu tekanan udara dalam ban akan terus terpantau dan ban akan tetap dalam kondisi optimal, karena dipasangi dengan perangkat pompa otomatis internal.
Cara kerja alat pengatur tekanan udara itu sederhana. Jika tekanan ban berlebih, maka alat akan secara otomatis menyedot udara dari dalam ban. Sebaliknya jika tekanan ban berkurang, perangkat itu akan memompa udara ke dalam ban.
Kondisi ban yang sempurna bisa menekan konsumsi bahan bakar. Tekanan udara pada ban kurang optimal akan menyebabkan meningkatkan hambatan putar, dan pada akhirnya membuat konsumsi bahan bakar semakin tinggi. Menurut riset Departemen Energi AS, sekitar lima sampai 15 persen bahan bakar mobil penumpang dihabiskan untuk mengatasi hambatan putar pada ban.(Automotive News)
Berita Terkait
-
Bridgestone Ungkap Rahasia Mudik Aman Pakai Mobil Hybrid Saat Hadapi Puncak Arus Mudik 2026
-
Kesempatan Ganti Ban Mobil Jelang Mudik Lebaran di IIMS 2026
-
Bridgestone Ecopia Tersedia dengan Ukuran Baru untuk Innova Zenix
-
Bridgestone Rilis Ban Baru Ecopia EP300 untuk Innova Zenix di IIMS 2026
-
Bukan Sekadar Bengkel, Bridgestone Indonesia Luncurkan Outlet Premium TOMO Signature Pertama
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
Terkini
-
Bingung Cari Mobil Buat Mudik Bebas Macet? 2 City Car Bekas Ini Pas Banget Buat Kantong Mepet
-
Daftar Harga Mobil LCGC di bawah Rp 200 Juta per Maret 2026, Siap Dibawa Mudik Lebaran
-
Dompet Aman! 3 Provinsi Ini Beri Diskon dan Hapus Denda Pajak Motor Maret 2026
-
Rekomendasi Mobil Bekas Tigas Baris di Bawah Rp100 Juta untuk Mudik Lebaran
-
3 Pilihan Mobil Nissan Termurah 2026 yang Wajib Dilirik untuk Persiapan Mudik Lebaran
-
Di Balik Perang Melawan Israel dan AS, Iran Ternyata Punya 'Senjata' Otomotif Super Murah
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 2 Gelombang, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
-
Geely Pastikan Jaringan Bengkel Tetap Siaga Hadapi Gelombang Mudik Lebaran 2026
-
5 Mobil Tangguh untuk Libas Medan Sulit dan Berlumpur, Harga Tak Sampai Rp8 M!
-
Efek Domino Perang Timur Tengah: Industri Otomotif Indonesia Terancam Rugi Bandar