Suara.com - Cadillac mengumumkan pemberhentian produksi sedan hibrida plug-in, ELR. Pasalnya, sejak diluncurkan pada 2014, total penjualannya hanya sekitar 2.800 unit di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, dengan angka transaksi jual-beli per tahun yang terus menurun.
Sebuah pernyataan resmi Cadillac, yang dikutip oleh Detroit News pada penghujung Mei ini, menjelaskan produksi ELR telah disetop sejak Februari lalu. "Saat ini di diler masih terdapat ELR dengan kuantitas yang sangat sedikit," terang pernyataan tersebut.
Tanda-tanda berakhirnya umur ELR telah terjadi Cadillac saat President Cadillac Johan de Nysschen beberapa waktu lalu sempat mengungkapkan tidak bakal ada ELR generasi kedua. Chief Marketing Officer Cadillac Uwe Ellinghaus bahkan lebih gamblang menyebut sedan coupe berlabel 76.000 dollar AS (Rp1,03 miliar) itu sebagai 'sebuah kekecewaan besar'.
Sepanjang Januari-April tahun ini, ELR cuma laku 375 unit, turun 14 persen dari periode yang sama pada 2015.
Tahun lalu, hanya 1.024 unit ELR terjual. Jumlah ini turun dari transaksi komersial pada 2014 yang menyentuh 1.310 unit.
Padahal, Cadillac menargetkan penjualan di kisaran 2.000-4.000 unit bagi ELR di tahun pertamanya.
Manager of Product Analysis AutoPacific Dave Sullivan menilai harga ELR yang dua kali lipat dibanding 'saudaranya', Chevrolet Volt, menjadi penyebab tidak diminatinya ELR. Soalnya, keduanya berbagi mesin dan motor listrik yang sama meski Cadillac mengklaim persamaan itu hanya 20 persen dari keseluruhan spesifikasi ELR.
"ELR memulai perjalanannya dengan performa dan efisiensi yang sama dengan Volt di harga yang dua kali lipatnya. Lagipula, desain bodinya juga sedan coupe, sebuah tantangan lain untuk dapat menjualnya," ucap Sullivan.
ELR memanggul mesin bensin empat silinder 1.4 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Kendaraan ini dapat melaju dengan hanya motor listrik sejauh 40 mil (64-65 km).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun
-
5 Mobil Warna Oranye Paling Kece, Cocok untuk Dukung Timnas Belanda di Piala Dunia 2026
-
QJMOTOR Ajak Konsumen Indonesia Intip Teknologi Global Langsung di Pabrik China
-
4 Mobil Harga ala Motor Aerox, Mesin Badak Cocok untuk Kendaraan Pertama: Simak Saran Pakar
-
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Ala MotoGP Rilis di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Risiko Memaksa Motor Matic Konsumsi Pertalite, 5 Motor Tangguh yang Irit untuk Harian
-
Spesifikasi, Harga, dan Pilihan Warna Suzuki S-Presso Girl Edition: Mobil Kompak untuk Wanita Karier
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
Musuh Tak Terlihat di Sirkuit Estoril: Cara Pebalap Indonesia Kiandra Taklukkan Angin Ekstrem Moto3
-
Belajar dari Kasus Recall Honda: Bagaimana Karat Subframe Menghancurkan Geometri Kaki-kaki Mobil?