Suara.com - Akhirnya, Yamaha R25 memberikan respons pada pesaing barunya yang hadir sejak Juli tahun lalu, Honda CBR250RR. R25, di Januari 2017, diperbarui dengan warna serta grafis baru, baik untuk varian ABS maupun non-ABS.
Tiga warna baru R25, menurut Yamaha melalui keterangan resmi pada Selasa (17/1/2017), ialah Racing Blue, Matte Black, serta White. Adapun harga jual on the road Jakarta motor sport 250 cc ini naik Rp250.000 sesuai dengan kenaikan tarif Bea Balik Nama, menjadi Rp55.860.000 juta untuk tipe non-ABS dan Rp61.850.000 bagi tipe ABS.
”Warna dan grafis baru R25 ini kami produksi sesuai keinginan konsumen. Yamaha tetap dengan warna khasnya biru, makin lengkap dengan warna putih yang populer di lingkup otomotif dan Matte Black yang sedang tren. Grafisnya juga unik, membuat R25 makin beda dan sporty,” papar General Manager After Sales Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) M. Abidin.
Warna biru terkini R25 lebih dominan pada bodi depan, berbeda dengan versi lama yang lebih dominan warna putih. Ini dilakukan agar pilihan warna biru pada R25 terlihat lebih agresif dan mengikuti nuansa warna motor balap Yamaha di ajang MotoGP. Posisi tulisan 'R25' pun sekarang dipindahkan dari di atas lampu sein menjadi di bawah lampu sein.
Selain itu, Yamaha mengikuti tren warna matte dan merilis R25 bercatkan Matte Black dengan grafis plus tulisan 'R25' merah. Ada pula dekorasi speedy graphic agar lebih gagah dan modern.
Untuk pertama kalinya, Yamaha juga memasarkan warna putih di model motor sport full fairing mereka. Warna ini diparipurnakan grafis kuning, hitam, serta perak.
R25 sendiri pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2014. Motor sport ini mendapat juluki 'Baby M1' karena desain mass forward silhoutte di M1 terwarisi olehnya.
Eksteriornya sporty berkat predator headlight dengan sporty air duct di tengahnya, buritan meruncing dengan lampu LED, balutan fairing multi layer ciri khas R-Series, hingga velg aluminium dengan ban bertapak lebar.
Kompetitor Kawasaki Ninja 250 tersebut bersenjatakan mesin injeksi DOHC direct drive camshaft berkapasitas 250 cc, empat langkah, dua silinder segaris, delapan katup, berpendingin cairan. 'Kuda besi' satu ini memiliki rangka model diamond, suspensi depan berdiameter inner tube 41 mm, suspensi belakang twin tube monocross, long asymetric rear arm, mid ship muffler, sistem rem depan floating disk dengan piston ganda.
Baca Juga: Ada yang Aneh di Venus
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
6 Mobil Murah 3 Baris 1000cc: Pajak tak Mencekik, Irit Bensin, Pas Buat Keluarga Muda
-
5 Mobil 1000cc Bertenaga dan Siap Hajar Tanjakan, Harga Mirip Motor Matic
-
Punya Suspensi USD dan Mesin 175cc, 'Kembaran' Honda ADV160 Ini Dijual Jauh Lebih Murah
-
5 Mobil 1500cc ke Bawah Paling Irit yang Bisa Dipakai Jangka Panjang Tanpa Risau
-
Boleh Berhenti di Bahu Jalan Tol saat Arus Balik 2026, Tapi Cuma untuk Situasi Berikut
-
Modal 40 Jutaan Bisa Bawa Pulang Mobil Irit! Cek Harga Karimun Bekas Terbaru 2026
-
5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
-
Rest Area Tol Penuh saat Arus Balik Lebaran 2026, Istirahat dan Buang Air Harus ke Mana?
-
Bikin Sungkem! Skutik Nyeleneh Honda Ini Cuma 49cc Tapi Harganya Kalahkan Motor Sport
-
Daftar Bengkel Siaga Arus Balik Lebaran 2026 Jalur Pantura & Tol Trans Jawa