Suara.com - Pasar motor sport di Indonesia berpotensi untuk terus membesar di tahun ini dan di masa-masa mendatang. Segmen motor-motor kopling 150 cc ke atas ini pun telah menduduki peringkat kedua segmen 'kuda besi' terlaris di bawah skuter otomatis (skutik).
Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Margono Tanuwijaya mengatakan, penjualan motor sport menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Ia menilai, penjualan motor sport tahun ini juga berpotensi naik, di tengah pasar sepeda motor nasional yang stagnan karena daya beli belum membaik.
Adapun daya beli yang belum membaik itu disebabkan banyak faktor. Di antara yang Margono sebutkan ialah produksi komoditas Indonesia yang belum menunjukkan peningkatan, kondisi politik dan keamanan yang riuh karena Pilkada, kenaikan Bea Balik Nama (BBN), hingga tarif pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) serta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang naik ratusan persen.
"Kalau kita lihat, beberapa kelas sport yang di segmen middle-high mungkin tidak terpengaruh karena daya beli mereka lebih tinggi," ucap Margono, beberapa waktu lalu saat ditemui di JI Expo Kemayoran, Jakarta.
Segmen middle-high itu, lanjut dia, dimulai dari model motor sport full fairing 150 cc seperti CBR150R dan Yamaha R15. Meski begitu, ia mengaku, belum dapat memprediksi seberapa besar kenaikan penjualan motor sport di tahun bershio ayam api ini.
"Di segmen motor sport ini, kan, juga ada yang entry level. Nah, itu juga bisa terpengaruh," tuturnya.
Pasar motor sport di 2016 sendiri, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), berkontribusi 10,85 persen dari total penjualan 'kuda besi' nasional yang berjumlah 5.931.285 unit. Di atasnya, ada segmen skutik yang berisi 79,04 persen dari pasar, dengan penjuakan 4.688.004 unit. Di posisi buncit, ada segmen motor bebek dengan transaksi jual-beli hanya 599.542 unit atau 10,11 persen dari pasar roda dua nasional.
Margono mengatakan, perkembangan pasar motor sport butuh waktu karena harganya yang rata-rata di atas Rp20 juta. Seberapa cepat perkembangan pasar motor sport tergantung pada perkembangan ekonomi Indonesia, juga pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang beberapa tahun belakangan ini naik.
Baca Juga: Ya Allah, Jupe Kurus Banget!
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis