Suara.com - Lilium GmbH, sebuah perusahaan rintisan spesialisasi mobil terbang asal Jerman, baru saja berhasil mengumpulkan investasi sebesar 90 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp1,2 triliun) dari sejumlah investor, termasuk dari Tencent, raksasa teknologi asal Cina.
Perusahaan yang bermarkas di Munich, Jerman berencana menggunakan investasi baru itu untuk membangun sebuah purwarupa mobil terbang yang bisa menampung lima penumpang dan melesat dengan kecepatan 300 kilometer per jam.
Lilium sendiri pada April lalu telah sukses membuat purwarupa mobil terbang berkapasitas dua tempat duduk.
Selain dari Tencent, investasi itu juga diperoleh dari bank swasta Belgia, LGT Group; Obvious Ventures, perusahaan milik pendiri Twitter, Ev William; dan pemodal Inggris, Atomico.
"Teknologi kami akan bisa dengan cepat diadopsi di area perkotaan atau (untuk melayani perjalanan) antarkota. Yang kami butuhkan hanya landasan," kata Chief Commercial Officer Lilium, Remo Gerber.
"Kami kini sedang mencari mitra yang bisa mengoperasikannya, dengan harga yang mirip dengan harga transportasi kereta api atau taksi biasa," imbuh dia.
Meski demikian Gerber mengakui bahwa perusahaannya masih butuh sekitar dua tahun lagi untuk bisa memproduksi mobil terbang secara massal.
Berkat investasi baru Lilium kini diperkirakan memiliki modal senilai lebih dari 100 juta dolar AS. Aliran modal yang massif sebelumnya juga pernah diterima Lilium pada 2016 silam. Saat itu, mereka menerima 11,4 juta dollar AS (Rp152,03 miliar).
Semua uang yang dipercayakan kepada Lilium pun membuat mereka kini menjadi salah satu perusahaan pembuat mobil terbang dengan sokongan modal paling kuat saat ini.
Di Jerman sendiri Lilium bersaing dengan Volocopter GmbH, yang disokong oleh raksasa otomotif Jerman, Daimler AG. Adapula Airbus SE yang sedang mengembangkan proyek mobil terbang bernama Vahana.
Lilium sendiri didirikan pada 2015 oleh empat orang insinyur dari Technical University of Munich. (Reuters/Bloomberg)
Berita Terkait
-
Taksi Terbang Listrik Tanpa Pilot Siap Mengudara di Jakarta?
-
Revolusi AI di Industri Otomotif: XPENG Luncurkan 'Otak' Mobil Generasi Terbaru
-
Banyak Mobil Terbang di Shanghai Auto Show 2025: Masa Depan Transportasi Ada di Sini
-
Mengintip Langsung Pusat Riset dan Desain GAC Group, Ada Mobil Listrik Sampai Mobil Terbang
-
Toyota Uji Coba Perdana Mobil Terbang di Jepang
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet