Suara.com - Dua jenis logam yang tadinya dipandang sebelah mata kini mengejutkan pasar dunia. Harga kobalt dan tungsten meroket dalam beberapa bulan tearkhir karena pasar khawatir pasokannya tak akan mencukupi permintaan global.
Dua logam ini belakangan sangat krusial bagi dunia modern. Tungsten adalah salah satu bahan pembuatan mata bor, proyektil militer, stik golf, dan mesin otomotif.
Sementara kobalt merupakan komponen utama dalam pembuatan baterai mobil, laptop, dan telepon seluler pintar. Tetapi kebangkitan mobil listrik adalah faktor pendongkrak utama harga kobalt di dunia.
Seperti yang dilansir CNN Money dari Metal Bulletin, harga kobalt sudah naik dua kali lipat sejak awal 2017 dan kini dijual seharga 29 dolar AS per pound.
Penjualan kendaraan listrik diperkirakan akan tumbuh pesat dalam beberapa dekade mendatang. Menurut prediksi organisasi negara-negara penghasil minyak dunia, OPEC, akan ada 140 juta unit mobil listrik murni di dunia pada 2040.
Tetapi perkiraan ini masih sangat konservatif.
Cina, pasar mobil terbesar dunia, saat ini sedang menyusun regulasi untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar minyak. India sudah menetapkan batas penjualan mobil berbahan bakar minyak di tahun 2030. Sementara Prancis, Inggris, dan Norwegia menetapkan aturan yang sama pada 2040.
Saat ini baru sekitar 10 persen dari produksi kobalt dunia digunakan untuk memproduksi baterai mobil listrik, demikian menurut Andrien Gerbens, analis spesialis kobalt pada Darton Commodities.
Tetapi permintaan diperkirakan akan meningkat saat para produsen mobil utama mulai berpaling ke mobil listrik.
Volkswagen, misalnya, pada bulan lalu mengatakan akan menghabiskan lebih dari 50 juta euro untuk mengembangkan dan memproduksi sel baterai. Raksasa asal jerman itu berencana memproduksi varian listrik dari 300 model kendaraannya di dunia.
Sejauh ini, Republik Demokratis Kongo adalah negara penghasil kobalt terbesar dunia, diikuti oleh Cina dan Kanada. Kongo menghasilkan 60 persen kobalt di pasaran dunia.
Berita Terkait
-
Lebih Murah dari BYD Atto 1, Changan Lumin Kini Dibanderol Rp 183 Juta
-
Jadi Model Terlaris di China, Geely Pede Jual 1.000 Unit EX2 per Bulan di Indonesia
-
Tekanan Fiskal Makin Besar Akibat Penghentian Insentif Kendaraan Listrik
-
Cosplay Low Budget! Calya Ini Maksa Jadi Mobil Listrik Modal Stiker, Pas Dicek Aslinya Ternyata...
-
DFSK Beri Penjelasan Kasus Mobil Listrik Gelora E yang Terbakar di Tol JORR
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Terpopuler: 5 Mobil Toyota Pajak Ringan, Segini Harga Vios Bekas Tahun Muda
-
Mitsubishi Fuso dan Foxconn Dirikan Perusahaan Bus Listrik
-
3 Varian Honda Vario 160 Januari 2026, Solusi Matic Racy Dek Rata Punya Bagasi 18 Liter dan Irit BBM
-
Otomaxy Diluncurkan, Layani Asuransi Kendaraan Tua hingga EV
-
5 Mobil Bekas Sekelas Honda HR-V dengan Fitur Canggih dan Harga Bersaing
-
Jakarta Banjir Lagi, Ini 5 Mobil Bekas 'Anti Banjir' Paling Laku Buat Terobos Genangan
-
5 Rekomendasi Mobil Hybrid Paling Irit, Performa Andal untuk Berkendara di Perkotaan
-
STNK Hilang, Apakah Masih Bisa Balik Nama Kendaraan? Begini Ketentuannya
-
Mobil Kecil Suzuki Apa Saja? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Awet Buat Harian
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Toyota untuk Harian, Gesit dan Irit BBM