- Changan menawarkan harga spesial Rp183 juta untuk mobil listrik kompak Lumin selama Januari 2026.
- Penyesuaian harga ini dilakukan karena ketidakjelasan regulasi serta insentif kendaraan listrik pemerintah terbaru.
- Changan Lumin bersaing dengan Wuling Air ev dan BYD Atto 1, fokus pada mobilitas perkotaan efisien.
Suara.com - Changan memberikan harga khusus untuk mobil listrik kompak mereka, Changan Lumin selama selama periode Januari 2026.
Changan memangkas harga Lumin lebih murah Rp5 juta menjadi Rp183 juta dibandingkan harga pertama kali saat diperkenalkan di salah satu pameran otomotif akhir tahun lalu.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan penyesuaian harga ini dilakukan di tengah belum jelasnya kepastian regulasi dan insentif kendaraan listrik dari pemerintah.
“Untuk saat ini beritanya masih simpang siur. Satu bilang begini, satu bilang begitu. Jadi kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Januari ini kami ambil penyesuaian harga dulu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22 Januari 2026).
Ia menegaskan, harga Rp183 juta itu berlaku khusus untuk transaksi sepanjang Januari 2026. Sementara, jika konsumen melihat laman resmi Changan, harga publikasi normal Lumin berada di angka Rp199 juta.
“Khusus Januari ini saja, kalau Februari ceritanya bisa beda lagi,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Changan Lumin merupakan mobil listrik kompak yang menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan. Model ini sekaligus menjadi model penantang Wuling Air ev dan BYD Atto 1 yang sudah lebih dulu dipasarkan di Indonesia.
Changan Lumin memiliki dimensi panjang 3.270 mm, lebar 1.700 mm, dan tinggi 1.590 mm, serta ground clearance setinggi 150 mm yang masih cukup fleksibel untuk penggunaan harian di area perkotaan.
Dari sisi performa, Lumin dibekali motor listrik bertenaga 35 kW dengan torsi 83 Nm. Kecepatan maksimumnya mencapai 101 km/jam yang dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas dalam kota.
Baca Juga: DFSK Beri Penjelasan Kasus Mobil Listrik Gelora E yang Terbakar di Tol JORR
Salah satu keunggulan Lumin terletak pada efisiensi daya. Mobil ini mengusung baterai berkapasitas 28,08 kWh dan sudah mendukung fitur fast charging dengan konektor CCS2, sehingga pengisian daya bisa dilakukan di SPKLU tanpa harus bergantung pada charger rumahan.
Changan memposisikan Lumin sebagai mobil tambahan untuk keluarga perkotaan, termasuk pelajar, keluarga muda, hingga pekerja komuter yang membutuhkan kendaraan ringkas dan efisien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi