Otomotif / Motor
Selasa, 10 Oktober 2017 | 19:10 WIB
Lukisan wajah Ernesto Che Guevara terpatri di tangki sebuah motor Harley Davidson di St Petersburg, Rusia pada 2016 lalu. [Shutterstock]

Suara.com - Ernesto "Che" Guevara adalah legenda. Pemimpin perang gerilya Kuba, yang pernah berperang hingga ke Afrika, dikenal sebagai pejuang revolusi karismatis yang menyukai sepeda motor.

Sebelum terjun bertempur bersama para kameradnya di Kuba, ia pernah menjelahi Amerika Selatan, menempuh jarak 8.000km menggunakan sepeda motor Norton 500cc.

Warisan Guevara, yang pada tewas di tangan militer Bolivia pada 9 Oktober 50 tahun lalu itu, kini diteruskan oleh putera bungsunya, Ernesto Guevara March.

Ya, nama keduanya memang sama. Tetapi kemiripan keduanya bukan hanya pada nama. Menurut Will Grant, wartawan BBC yang mewawancarai lelaki 52 tahun itu di Kuba baru-baru ini, perawakan keduanya pun mirip.

Mulai dari hidung yang kokoh, jenggot tipis, hingga ke kebiasaan merokok cerutu. Tetapi yang unik lagi, Ernesto juga menyukai sepeda motor. Hanya bedanya, Ernesto adalah penunggang sepeda motor gede Amerika Serikat, Harley Davidson.

"Saya selalu menyukai mekanik, kecepatan, sepeda motor, dan mobil," kata Ernesto kepada Grant dalam perbincangan di sebuah bar di Havana, Kuba.

"Saat masih kanak-kanak, saya selalu suka memperbaiki mobil dan motor. Saya kira hobi itu saya peroleh dari ayah saya, tetapi dari mana saja itu berasal, saya menyukainya," imbuh dia.

Tetapi jika ayahnya adalah seorang pemimpin revolusi, Ernesto memilih jalan lain: pariwisata.

Ia kini menjalankan sebuah perusahaan tur wisata bernama La Poderosa Tours, mengikuti nama sepeda motor yang digunakan ayahnya ketika bertualang dari Argentina hingga ke Chile pada 1952.

Ernesto, putera dari Che dengan istri keduanya, Aleida March, ini mengajak para turis untuk berkeliling di Kuba, hingga ke pelosok menggunakan Harley Davidson.

Bisnis Ernesto ini, yang berlatar belakang pendidikan hukum, kini sedang pesat-pesatnya. Ini karena jumlah turis yang berkunjung ke Kuba terus meningkat selama beberapa tahun belakangan.

Meski demikian Ernesto enggan terus dihubung-hubungkan dengan mendiang ayahnya.

"Semua yang saya capai, saya lakukan sebagai Ernesto Guevara March, sebagai diri saya sendiri, sebagai seorang manusia," kata dia, "Saya melakukan semuanya dengan rasa tanggung jawab. Syukur jika berhasil, jika tidak, ya sudah."

Load More