Suara.com - UD Trucks pada 2018 menyasar pasar di segmen truk ringan (light duty truck/LDT) Indonesia dengan produk baru bernama Kuzer, yang sedang dipersiapkan untuk meluncur. Meski begitu, sebagai pemain baru di segmen ini, pabrikan asal Jepang yang tergabung dalam grup Volvo ini mengaku masih bakal mengandalkan produk truk berat mereka sebagai tulang punggung penjualan.
Kuzer akan menjadi truk ringan pertama mereka di pasar Tanah Air dan sudah dipamerkan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Namun, waktu peluncuran resminya pada 2018 belum dibeberkan.
"Kami dalam tahap mau rilis dan mempersiapkan semuanya. Ditunggu saja ya (waktunya)," kata Direktur Pemasaran dan Perencanaan Bisnis PT. Volvo Indonesia, Christine Arifin, dalam Media Gathering pada Kamis (11/1/2018) di Jakarta.
Adapun alasan UD Trucks menghadirkan Kuzer di Nusantara, menurut dia, karena komposisi segmen truk ringan adalah yang terbesar dibandingkan truk medium dan truk berat.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari-November 2017, segmen truk ringan mencapai 58.785 unit. Segmen ini menyumbangkan 69,3 persen dari total pasar truk yang berjumlah 84.824 unit.
"Kami (UD Trucks) ini Business to Business (B2B). Ketika mereka berkembang, coverage produk kami juga harus berkembang," tambah Kepala Pemasaran Astra-UD Trucks, Joyce Utami.
"Kami percaya di B2B loyalitas lebih penting. Kalo kami kejar retail enggak akan ada habisnya. Kami fokus dan kuat sekali di B2B. Konsumen kami siapa-siapa saja, yang besar yang mana, kami maintan mereka. Mereka harus puas dari hulu ke hilir. Makanya program kami lebih bahkan benar-benar kustom," lanjut Joyce.
Namun, Kuzer belum akan menjadi tulang punggung penjualan UD Trucks untuk tahun ini karena masih ingin memperkuat fundamental bisnis mereka di segmen ini.
"Kami mau melangkah dengan benar dengan membuat pondasi yang benar dulu," tutup Joyce.
Jika menilik data Gaikindo, UD Trucks sepanjang Januari-November tahun lalu membukukan penjualan 2.519 unit, semuanya dari truk berat. Pabrikan ini tidak mengungkapkan berapa target mereka di 2018.
Berita Terkait
-
Tutup 2025, UD Trucks Tekankan Investasi Pada Kualitas SDM
-
Jamin Kelancaran Distribusi BBM, Astra UD Trucks dan Patra Logistik Perkuat Kolaborasi
-
Truk Ringan Hino300 Series 136 MDLR Meluncur di GIIAS 2025
-
Isuzu dan UD Truck Mulai Lakukan Studi Kembangkan Truk Listrik di Indonesia
-
Isuzu Buka Suara Terkait Rencana Relokasi Pabrik UD Trucks dari Thailand ke Indonesia
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Pilihan Ban Belakang Honda Vario 125: Nyaman, Awet Dipakai Jangka Panjang
-
5 Mobil Bekas Paling Irit Bensin dari Mitsubishi: Tahun Muda, Berapa Harganya?
-
BYD Bangun Sirkuit "Gurun Pasir" Indoor Pertama di Dunia untuk Pengujian Kendaraan Listrik
-
Volkswagen ID. Era 9X EREV Resmi Debut: Performa Kencang, Jarak Tempuh Makin Jauh
-
Irit, Murah tapi Berkelas: Harga Toyota Camry Hybrid 2013 Kini Terjangkau, Brio Minggir Dulu
-
Strategi Kia Sales Indonesia Ekspansi Bisnis Mobil Korea di Pasar Otomotif Nasional
-
4 Pilihan Suzuki Ignis 2018, Urban SUV Sporty yang Irit Pas Buat Kantong Mahasiswa
-
Harga Kijang Innova Reborn Terbaru, Pilihan Bagi yang Belum Berminat Beralih ke Innova Zenix
-
5 Komponen Vital yang Wajib Dicek Tiap 10.000 KM Agar Mesin Mobil Awet, Bukan Oli Saja yang Dicek
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah