Otomotif / Motor
Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:55 WIB
Remote keyless Honda PCX (Dokumentasi Astra Honda Motor).

Suara.com - Sistem keamanan secanggih remote motor keyless ternyata masih punya beberapa celah yang dimanfaatkan oleh maling.

Para pelaku kriminal biasanya memanfaatkan celah pada transmisi sinyal radio antara remot (fob) dan unit motor.

Ada beberapa cara meretas sinyal tersebut, yakni dengan menggunakan alat penguat sinyal (signal booster atau relay box).

Ada juga dengan menggunakan alat jammer untuk memancarkan frekuensi yang mengganggu komunikasi antara remot dan motor.

Satu metode untuk mengamankan remote motor keyless adalah dengan penggunaan ID tag.

ID tag ini terbilang melengkapi sistem keamanan pada motor keyless.

Namun meskipun tampak seperti sempurna, sistem ID tag juga perlu keamanan ekstra agar tak jadi bumerang bagi pemilik motor.

Mari bersama berkenalan dengan ID tag pada sistem motor keyless.

Jadi akses darurat mutakhir untuk keamanan motor

Baca Juga: Persiapan Lebaran 2026, 4 Rahasia Cari Aman Naik Motor di Tengah Hujan Badai

ID tag pada remote motor dengan sistem keyless bukan sekadar aksesori atau gantungan kunci biasa.

Benda kecil berbentuk plat besi atau plastik yang berisi deretan angka dan barcode ini memiliki peran yang sangat krusial demi kelangsungan penggunaan motor.

Fungsi utama dan paling penting dari ID Tag adalah sebagai kunci cadangan dalam bentuk kode digital.

Jika remot (smart key) hilang atau terjatuh saat di perjalanan, motor tidak akan bisa dinyalakan secara normal.

Adapun dalam situasi darurat seperti ini, deretan angka pada ID Tag dapat dimasukkan secara manual melalui prosedur tertentu pada sistem motor.

Dengan memasukkan kode tersebut, sistem keamanan akan terbuka sehingga mesin motor tetap bisa dihidupkan meskipun tanpa kehadiran fisik remot.

Segudang kelebihan dari ID tag

Salah satu kelebihan sekaligus karakteristik ID Tag adalah sifatnya yang sangat rahasia.

Karena fungsinya yang dapat menyalakan mesin tanpa remot, ID Tag memberikan lapisan keamanan tambahan selama kodenya tidak diketahui oleh orang lain.

Pemilik motor memiliki kendali penuh atas akses cadangan kendaraan tersebut.

Itulah sebabnya, sangat disarankan untuk mencatat atau memotret kode tersebut lalu menyimpannya di tempat yang aman, bukan membiarkannya tergantung bersama remot saat bepergian.

ID tag bukan tanpa celah

Meskipun ID Tag diciptakan sebagai solusi darurat bagi pemilik motor, dalam dunia kriminal, deretan angka ini justru menjadi "kunci duplikat digital" yang sangat dicari.

Jika pencuri berhasil mendapatkan kode tersebut, sistem keamanan keyless yang canggih sekalipun menjadi tidak berarti.

Pencuri biasanya tidak membobol ID Tag dengan teknologi peretasan yang rumit, melainkan memanfaatkan kecerobohan pemilik atau celah akses fisik.

Celah paling umum adalah ketika pemilik motor secara tidak sadar membagikan foto ID Tag di media sosial atau membiarkan kode tersebut terlihat oleh orang asing.

Misalnya saat servis di bengkel tidak resmi atau saat meminjamkan motor.

Hati-hati dengan modus pinjam pakai, yakni kala pelaku berpura-pura menjadi calon pembeli (pada jual-beli motor bekas) atau meminjam motor.

Saat memegang kunci, mereka memotret ID Tag yang biasanya masih tergantung di remot.

Setelah dikembalikan, mereka bisa datang kembali kapan saja dengan remot yang sudah diprogram menggunakan kode tersebut.

Siasat mengamankan ID Tag

Untuk menghindari penyalahgunaan kode keramat ini, ada beberapa langkah yang harus diterapkan secara disiplin.

  • Pisahkan Segera dari Remot Utama

Kesalahan paling sering dilakukan adalah membiarkan ID Tag tetap tergantung di gantungan kunci motor. Segera lepaskan ID Tag setelah motor diterima dari dealer. Simpan di tempat yang sangat aman di rumah

  • Dokumentasi Digital yang Terproteksi

Ambil foto ID Tag sebagai cadangan, namun jangan menyimpannya di galeri foto biasa yang mudah terlihat orang lain.

  • Tutup dengan Selotip Hitam

Jika merasa perlu membawa ID Tag saat perjalanan jauh (sebagai antisipasi remot hilang di jalan), tutupi bagian angka dan barcode dengan selotip hitam yang tidak tembus cahaya. Masukkan ke dalam dompet yang selalu melekat di badan, bukan di dalam bagasi motor.

  • Waspada Saat Servis atau Jual-Beli

Saat membawa motor ke bengkel, pastikan ID Tag tidak ikut diserahkan kepada teknisi kecuali memang diperlukan untuk penggantian sistem. Begitu juga saat ingin menjual motor, jangan tunjukkan nomor ID Tag kepada calon pembeli sebelum transaksi pembayaran selesai dilakukan.

Kontributor : Armand Ilham

Load More