Otomotif / Mobil
Sabtu, 03 Maret 2018 | 06:45 WIB
Toyota Camry Hybrid. [Shutterstock]

Suara.com - Toyota Kirloskar Motor telah menghentikan perakitan lokal Camry Hybrid pada bulan Oktober lalu, yang disebabkan tarif pajak yang lebih tinggi pada hibrida di bawah rezim GST yang baru. Namun, sebuah laporan dari BusinessLine dikutip dari Indianautosblog, perusahaan tersebut sekarang telah melanjutkan perakitan lokal sedan hibrida Toyota Camry.

TKM telah berhenti merakit Toyota Camry Hybrid tahun lalu karena penurunan penjualan yang curam dan kelebihan persediaan. Sayangnya, cara pemerintah mensponsori kendaraan listrik di India menghukum kendaraan hibrida.

Jadi, dengan peluncuran GST pada bulan Juli tahun lalu, pajak kendaraan hibrida naik dari 30,3 persen menjadi 43 persen. Alhasil, harga Toyota Camry Hybrid langsung naik dari 31,98 lakh (Rp674 jutaan) menjadi 37,22 lakh (Rp785 jutaan).

Kenaikan harga yang besar di atas 5 lakh (Rp105 jutaan), telah mengurangi penjualan bulanan Toyota Camry Hybrid dari 100 unit (sebelum GST diluncurkan) menjadi 25 unit (setelah peluncuran GST). Mengomentari masalah ini, Shekhar Vishwanathan, Wakil Ketua, Toyota Kirloskar Motor, mengatakan pihaknya harus menghentikan produksi Camry hibrida untuk sementara karena stok meningkat akibat tarif pajak yang naik.

TKM tertarik untuk membawa lebih banyak model hibrida, di segmen yang lebih rendah, namun rencana untuk memperluas jajaran HEV bergantung pada tarif pajak. Saat Toyota Camry kedelapan akan sampai ke India yang masih belum diketahui.

Selama Auto Expo bulan lalu, N. Raja, Direktur & Wakil Presiden Senior (Sales & Marketing) Toyota Kirloskar Motor, menegaskan bahwa strategi perusahaan untuk pasar India akan mencakup peluncuran hibrida dan hibrida plug-in yang diikuti oleh EVS.

Load More