Suara.com - Nama Aston Martin sebagai salah satu produsen otomotif roda empat (R4) premium asal Britania Raya semakin mengilap saat tokoh James Bond mempopulerkannya ke seluruh dunia lewat film Goldfinger (1964), dengan menunggang Aston Martin DB5.
Kini, saat kondisi perekonomian nasional Britania Raya dikhawatirkan menjadi lesu akibat putusan Britain Exit atau Brexit, Aston Martin menepis kekhawatiran dengan pernyataan bahwa mereka akan tetap menjadi bagian inti dari dunia otomotif negeri sendiri. Demikian dikutip dari harian The Guardian, Inggris.
Dengan perusahaan yang telah berusia 105 tahun, produk senantiasa turut memberikan nuansa khas Britania Raya saat ditampilkan dalam serial James Bond, Aston Martin memberikan pernyataan bahwa keputusan Brexit bukanlah sebuah ancaman. Hal ini tentu saja berkebalikan dengan sudut pandang mayoritas industri otomotif Inggris soal keputusan angkat kaki dari Uni Eropa (EU) mulai Maret 2019.
Salah satu langkah yang ditempuh Aston Martin adalah penjualan 25 persen dari sahamnya melalui daftar publik di Bursa Efek London dan mungkin juga ditambah New York, sehingga memungkinkan mereka berinvestasi dalam volume produksi yang lebih besar dan terus melahirkan produk-produk baru.
Rincian lengkap dari penjualan saham akan dipublikasikan pada 20 September, dan kesempatan dibuka seluas-luasnya. Siapa saja yang memenuhi persyaratan bisa mengajukan permohonan untuk membeli saham. Hal ini termasuk publik, kelompok, atau perorangan.
"Dan kami ingin menanamkan pengertian kepada para peminat, bahwa Bursa Efek London adalah tempat yang tepat untuk memulai investasi, merupakan kumpulan modal global yang sesungguhnya, dan bisa disebut menetapkan standar tata kelola tertinggi," papar Mark Wilson, Chief Financial Officer Aston Martin.
Lahir dari sebuah bengkel kecil di London pada 1931 oleh Robert Bamford dan Lionel Martin, perusahaan ini pernah ditopang pemodal Italia dan kelompok investor yang berbasis di Kuwait.
Kini di bawah pimpinan eksekutif Andy Palmer, pendapatan perusahaan mengalami peningkatan sebesar delapan persen di paruh pertama 2018, yaitu menjadi GBP 445 juta. Harapan di tahun ini adalah mampu memasarkan antara 6.200 - 6.400 unit mobil mewah, setelah tahun lalu mencapai penjualan sebesar 5.098 unit atau tertinggi kurun sembilan tahun.
Sampai saat ini, Aston Martin berproduksi dengan komposisi material sekitar dua pertiga bagian dari Eropa dan sisanya berasal dari Inggris sendiri. Produksi terbarunya adalah tipe sport Aston Martin Vantage yang diproduksi di Gaydon, Warwickshire, England. Kemudian DBS Superleggera, sebuah super-GT dengan kecepatan maksimum mencapai 340 km/jam dan kemampuan berakselerasi dalam 3,4 detik.
Selain itu, Aston Martin juga membangun sebuah pabrik baru di negara tetangga sesama Britania Raya; Wales, untuk kebutuhan mobil listrik bebas emisi Lagonda Vision.
Baca Juga: Krisis Venezuela, Brasil Kirim Pasukan Penjaga Perbatasan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
-
Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi
-
5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan
-
Sinyal Kehadiran Denza B5 di Indonesia Semakin Dekat, Debut di IIMS 2026 ?
-
Berapa Harga Isuzu Panther Bekas? Berikut 9 Pilihannya Mulai Rp 70 Juta
-
Penyakit Khas Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Wajib Dicek Sebelum Beli
-
All-Out di Negeri Seberang, BYD Siapkan Mobil Khusus untuk Pasar India
-
Sudah Tahu Harga BBM Turun per 4 Februari 2026? Ini Daftar Lengkap Tarif Pertamina hingga Shell Baru