Otomotif / Mobil
Selasa, 01 Januari 2019 | 16:41 WIB
Ilustrasi logo Nissan.[Shutterstock]

Suara.com - Produsen otomotif Nissan dikabarkan akan memangkas sebanyak 30.000 unit kendaraan di Cina dalam beberapa bulan mendatang. Menurut sumber, langkah tersebut terpaksa dilakukan menyusul menurunnya permintaan di negeri Tirai Bambu tersebut.

"Perusahaan berencana memangkas produksi di Cina dengan total 30.000 unit selama periode Desember-Februari dari rencana produksi awalnya," kata sumber yang menolak disebutkan namanya karena rencana itu tidak dipublikasikan.

Masing-masing produsen menetapkan rencana awal jumlah produksi yang akan mereka lakukan. Rencana ini dapat diubah karena permintaan, masalah rantai pasokan dan faktor lainnya.

Di Cina, produsen mobil menghasilkan hampir 400.000 unit selama periode tiga bulan yang berakhir Februari tahun ini. Periode ini mencakup dua bulan pertama tahun ini, ketika penjualan biasanya lambat menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Media bisnis Jepang, Nikkei, melaporkan bahwa Nissan berencana memotong produksi di tiga pabrik di Cina, termasuk satu di Dalian, tempat mereka memproduksi model crossover SUV Qashqai dan Infiniti QX50 yang populer. Selain itu juga di Zhengzhou, di mana Nissan membuat X-Trail, salah satu model terlarisnya dan model merek Venucia.

Nissan X-Trail. (Shutterstock)

Sejauh ini, Cina menjadi pasar terbesar kedua Nissan, terhitung sekitar seperempat dari penjualan kendaraan global tahunannya. Nissan menjual 1,5 juta kendaraan di Cina tahun lalu dan awal tahun ini pabrikan berencana meningkatkan penjualan menjadi 2,6 juta unit pada tahun 2022. Kondisi ini menjadikan Cina pasar terbesar dalam hal penjualan kendaraan.

Jika kabar ini benar adanya, Nissan menjadi produsen mobil terbaru yang memangkas produksi di pasar otomotif Cina setelah Ford dan Hyundai. Di mana pertumbuhan ekonomi yang melambat dan perang dagang dengan AS telah memukul penjualan kendaraan dalam beberapa bulan terakhir.

Load More