Suara.com - Dampak anjloknya rangkaian komuter line atau KRL KA 1722 jurusan Jatinegara - Bogor di perlintasan daerah Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat membawa konsekuensi atas kelancaran sebagaimana biasanya. Para penumpang KRL Jakarta - Bogor harus diturunkan di Stasiun Depok Lama dengan alasan lintasan mengalami gangguan. Salah satu opsinya adalah menggunakan ojek online atau ojol.
Seperti yang dialami oleh Murni serta rekan-rekannya dari Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Saya dari Stasiun Pasar Minggu akan ke Bogor. Diturunkan di Stasiun Depok Lama, sudah satu jam saya menunggu di jalan untuk carteran atau sewaan mobil dari Leuwiliang," ujar Murni kepada Suara.com ketika ditemui di Jalan Raya Kartini, Depok, Minggu (10/3/2019).
Murni bersama 13 orang lainya membawa anak-anak usai bertandang ke Kebun Binatang Ragunan, Pasar Minggu harus mengeluarkan kocek ongkos tambahan.
"Mau tak mau mengeluarkan ongkos tambahan buat carter mobil," ucap dia sambil duduk di trotoar.
Ia pun rela menunggu sewaan mobil dari Leuwiliang. Jika tidak harus mengeluarkan ongkos lebih besar lagi.
"Kalau ngecer bisa tiga kali naik kendaraan umum, capek juga kami," imbuhnya.
Tak hanya Murni, Lia Amalia warga Bogor pun mengalami hal sama. Ia harus mengoder ojol menuju Bojong Gede.
"Mau tak mau saya harus pakai ojek online. Saya diturunkan di Stasiun Depok Lama, yang macet, " ucap Lia Amalia, ketika ditemui di depan Stasiun Depok Lama.
Sementara itu, Kapolresta Depok, Komisaris Besar Didik Sugiyarto telah mengerahkan sejumlah personelnya di beberapa stasiun, seperti di Stasiun Bojonggede, Stasiun Citayam, dan Stasiun Depok.
“Kami dan pihak kereta api telah berkoordinasi untuk melakukan penjagaan. Memang, sementara ini perjalanan hanya sampai Depok. Karena itu, aktivitas masyarakat tentunya jadi prioritas pengamanan kami,” kata Didik Sugiyarto ketika ditemui di Stasiun Depok Lama tengah mengatur lalu lintas.
Pantauan sementara ini, lanjut Didik Sugiyarto, aktivitas di sejumlah stasiun tadi masih berlangsung normal, namun memang terjadi penumpukan.
"Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, kami juga mengimbau pada masyarakat, agar tidak memaksakan diri menggunakan KRL. Jika sudah penuh, sebaiknya menggunakan moda transportasi lain," kata Didik Sugiyarto.
Nah, bagi rekan-rekan ojol serta taksi online alias taksol, inilah saatnya lebih saling bahu-membahu untuk melancarkan situasi penumpukan penumpang di beberapa stasiun kereta yang terimbas tergulingnya KRL KA 1722 Jatinegara - Bogor.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Gaya Maskulin Chery J6T Mobil Listrik Off Road Boxy yang Siap Terjang Berbagai Medan
-
7 Rekomendasi Motor Matic Alternatif Honda Vario, Performa Andal
-
7 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3 dengan Kapasitas Baterai Jumbo
-
5 Kebiasaan yang Bikin CVT Motor Matic Cepat Rusak, Awas Putus di Jalan
-
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
-
5 Sedan Elegan Murah Menawan Harga Rp150 Jutaan Cocok untuk Karyawan Biar Makin Rupawan
-
Mimpi Mobil Murah Buyar? Ini Alasan Harga LCGC Kini Tembus Rp200 Juta
-
Bosan Mobil Jepang? Ini 9 Mobil Eropa dan Amerika Bekas Mulai 80 Jutaan, Produksi 2015 ke Atas!
-
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
-
5 Bedanya Sleeper Bus vs Eksekutif, Modal Rp100 Ribuan Lebih Worth It Mana?