Suara.com - Electronic Traffic Law Enforcement atau E-LTE alias tilang elektronik telah resmi diberlakukan di ibu kota Jakarta. Langkah inovasi dengan memanfaatkan teknologi mutakhir ini digunakan Polisi Lalu Lintas atau Polantas dalam mentertibkan lalu lintas, utamanya langkah-langkah menurunkan pelanggaran yang dilakukan para pengguna jalan raya.
Sosialisasi terus dilakukan Polantas, dan setelah diuji coba selama satu bulan sejak 1 Oktober 2018, penindakan atas pelanggaran lalu lintas secara elektronik di kawasan Jalan Medan Merdeka dan Jalan MH Thamrin telah diberlakukan pada 1 November 2018.
Adapun sistem kerja E-LTE menggunakan kamera pemantau berteknologi canggih atau Closed Circuit Television (CCTV) yang mampu meng-capture nomor polisi kendaraan secara jelas dalam resolusi tinggi, dan dioperasikan selama 24 jam. Jika kedapatan melanggar, data ini akan dikirim ke server pusat data Polda Metro Jaya. Lalu petugas akan mengonfirmasi melalui surat, email atau telepon seluler ke pemilik kendaraan untuk menyampaikan pemberitahuan surat tilang.
Tentu saja penerapan E-LTE di Jakarta bakal diteruskan ke berbagai provinsi di Tanah Air nantinya. Namun, seperti dikutip dari kantor berita Antara, tilang elektronik ini masih menunggu waktu untuk diterapkan di luar Ibu Kota. Contohnya untuk Medan, ibu kota provinsi Sumatera Utara.
Kombes Pol Dadang Hartanto, Kapolrestabes Medan memaparkan bahwa penerapan kebijakan tilang elektronik inibelum bisa diterapkan di Kota Medan, karena infrastruktur pendukung masih minim. Contohnya pengadaan kamera pengawas atau CCTV dan database seluruh kendaraan yang terkoneksi ke Korps Lalu Lintas (Korlantas).
"Untuk di Medan belum ada, karena memerlukan perangkat khusus yang terintegrasi," demikian papar Kapolrestabes Medan, seperti dkutip dari Antara pada Rabu (3/7/2019).
Sejauh ini, Polrestabes Medan masih menunggu arahan dari pimpinan pusat terkait penerapan kebijakan E-LTE. Namun ia memastikan bahwa penerapan kebijakan itu bakal membuat penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas semakin efektif.
"Kalau infrastruktur sudah siap, baru akan dilaksanakan E-Tilang itu," tukas Kombes Pol Dadang Hartanto.
Untuk mewujudkan tilang elektronik itu, mesti ada database baik kendaraan bermotor jenis mobil maupun sepeda motor. Lantas setelah mengetahui database, harus ada CCTV yang mengidentifikasi apabila terjadi pelanggaran, begitu diuraikannya.
Baca Juga: Asyik, Perusahaan Ponsel Xiaomi Terpikat Bikin Mainan Otomotif
"Jadi, apabila tidak ada polisi sekalipun, pengendara yang melakukan pelanggaran langsung tercatat dan terkoneksi. Lalu diketahui siapa yang melanggar peraturan lalu lintas," tegasnya.
Meskipun E-LTE belum diterapkan di Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto berharap kepada masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan agar tetap patuh akan peraturan dalam berlalu lintas.
"Kami berharap, nantinya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas akan semakin tinggi. Sehingga angka pelanggaran dapat ditekan seminimal mungkin," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125