Suara.com - Pelayanan ojek online (ojol) membuat sebagian masyarakat mulai cenderung ketergantungan. Tak heran jika jumlah pengemudi ojol semakin bertambah setiap harinya.
Walaupun demikian, ada sebagian orang yang dengan terang-terangan menganggap remeh profesi tersebut, seperti yang satu ini.
Sebuah akun "gibah dan julid" di media sosial Twitter melontarkan sebuah kalimat yang mengundang respons keras dari lintas media sosial.
Secara terang-terangan, akun Twitter tersebut menganggap bahwa profesi pengemudi ojol adalah profesi yang memalukan.
"Capek-capek orang tua membiayai sekolah kuliah dan kehidupan kamu, nganggur lama, sekalinya mendapat pekerjaan cuma jadi pengemudi ojol." ujar akun tersebut.
Cuitan ejekan terhadap profesi tersebut rupanya mengundang respons keras dari banyak warganet. Namun juga tak sedikit dari mereka yang kemudia berkeluh kesah. Berikut beberapa komentar di antaranya.
"Apapun pekerjaan atau usahanya yg dilakukan dengan ikhlas dan cerdik pasti hasilnya memuaskan. Udah gitu ajah komen saya sebagai OJOL kawe alias OJOL part timer." ujar Ari Prabowo di media sosial Facebook.
"Sekarang agak berat, jangan ngojol, hape sama motor cepet rusak hehehe, saya juga insyaallah mau gantung stang kalo ada kerjaan tetep lagi hehehe. " ujar Muhammad Irvan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin
-
Update Klasemen Moto3 Junior M Kiandra Ramadhipa Terpaut Sembilan Poin dari Puncak