Suara.com - Berbincang soal nol emisi atau zero emission, selain pabrikan otomotif, bidang olah raga berkendaraan juga turut ambil bagian. Tak tanggung-tanggung, Formula One (F1) ikut serta mengambil porsi tanggung jawab global itu. Inilah perdana dalam sejarahnya sebagai penyelenggara balap single seater terakbar di muka bumi, para insan balap jet darat menyuarakan serangkaian aksi ikut menciptakan langit biru.
Senada dengan manufaktur otomotif asal Republik Ceko, Skoda. Setelah bergabung dengan Volkswagen Group, juga menyiapkan produk Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL. Hasilnya adalah Skoda Octavia iV yang bertenaga hybrid alias hibrida.
Tak ketinggalan, dari pentas otomotif Tanah Air, Mitsubishi Xpander Cross sudah mulai melantai sejak kemarin petang (12/11/2019). Apa saja perbedaannya dengan kelas Mitsubishi Xpander serta harga per unitnya, silakan langsung menuju ke tautan berikut ini. Bersama dengan empat tautan menarik lainnya, yang dirangkum dari kanal otomotif Suara.com sejak pagi hingga tadi malam.
Selamat membaca.
1. Simak, Inilah Perbedaan Xpander Cross dari Tipe Biasa
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesi (MMKSI) resmi meluncurkan Xpander Cross sebagai tipe tertinggi dari Xpander. Dibanderol antara Rp 267 juta - 286 juta, model terbaru dari Xpander ini memberikan beberapa tambahan yang memberikan kesan keren petualangan.
Di bagian depan, Xpander Cross dilengkapi front grille dan bumper baru. Untuk sistem pencahayaan, head lamp dan fog lamp sudah menggunakan LED.
2. Turut Dukung Dunia Otomotif Zero Emission, Begini Tekad Balap F1
Baca Juga: Ford v Ferrari: Manufaktur Ini Sebutkan Unsur Reinterpretasi Sejarah
Berbincang soal olah raga otomotif roda empat atau mobil, Formula One (F1) adalah ajang balap single seater paling akbar di muka bumi. Juara-juara dunia terus dicetak, dengan kecepatan melaju tembus 300 km per jam, dan tentunya, menggunakan bahan bakar alam atau natural.
Namun, F1 juga berada di posisi tak menguntungkan karena kebutuhan pasokan bahan bakarnya yang diambil dari lapisan kulit Bumi, serta sisa pembakaran atau gas buang sebagai hasil akhir pertandingan.
3. Pak Bhabin Syuting Bareng Ganjar Pranowo, Mobil Lawas Ini Jadi Sorotan
Sosok Pak Bhabin sebelumnya sangat populer di media sosial. Berkat vlognya di YouTube, sosok polisi asal Purworejo, Jawa Tengah itu terkenal seantero Nusantara.
Adalah Brigadir Kepala (Bripka) Herman Hadi Basuki, yang sukses memerankan sosok polisi baik hati nan lugu yang selalu bisa mengocok perut penontonnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?