3. Canggih, Sebentar Lagi Kabin Kendaraan Bakal Bebas Virus Penyakit
Selama ini, dunia teknologi otomotif kendaraan roda empat (R4) didominasi oleh pencapaian menuju era tunggangan nol emisi serta swakemudi. Lantas bagaimana dengan hal yang lebih mendasar, semisal melindungi penumpangnya terpapar penyakit?
Dikutip dari Motoring Research, Inggris pada akhir pekan lalu (29/3/2019), sebuah temuan menggembirakan dikabarkan oleh manufaktur kenamaan Britania Raya, Jaguar Land Rover (JLR). Mereka menyatakan bahwa kelak model-modelnya yang diproduksi bakal canggih menghentikan penyebaran pilek dan flu.
4. Kunci Kabin Mobil Resik: Tak Tertinggal Asap Rokok
Para penyuka otomotif, apalagi lelaki, dikenal resik dan rapi mendandani mobil. Termasuk memoles bagian eksterior sehingga tampilan kinclong. Termasuk "efek daun talas" yang bisa didapat dengan membubuhkan bahan tertentu pada bodi. Setelah tampilan luar, mari longok bagian dalamnya. Apakah bagian kabin dan interior resik, lagi bebas bau?
Aroma yang ditinggalkan oleh asap rokok, baik pengemudi maupun siapa saja penghuni kabin selagi berkendara, bakal tinggal lama meski aktivitas merokok sudah selesai.
5. Waduh, Aroma Kabin Mobil Baru Ternyata Picu Penyakit!
Mengendus-endus bau mobil baru, tak jarang dilakukan oleh pengguna atau yang baru saja menjajal produk otomotif tertentu. Bahkan konon ada "parfum" khusus pembuat kabin berbau bak baru keluar dari showroom.
Namun, berdasarkan penelitian, aroma khas itu ternyata tidak baik untuk kesehatan. Seperti dikutip dari CBS, seorang peneliti mikroba bersertifikat dan pendiri RTK Environmental Group, Robert Weitz mengatakan, aroma mobil baru berasal dari molekul bernama Volatile Organic Compounds (VOC).