Suara.com - National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA alias badan administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat menyatakan perlunya penarikan kembali atau recall atas Tesla Model X.
Dipetik kantor berita Antara dari Reuters, recall atas produk lansiran manufaktur perusahaan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) kategori mobil bertenaga listrik murni atau Electric Vehicle (EV) itu menyangkut Tesla Model X yang beredar di seantero Amerika Serikat dan Kanada, dari luaran produksi 2016. Adapun jumlahnya mencapai 14.193 unit untuk Negeri Paman Sam, serta 843 unit bagi negara berlogo daun maple.
NHTSA dan Transport Canada menyatakan bahwa penyebab perlu dilakukan recall atas Tesla Model X adalah baut aluminium perekat roda kemudi tenaga listrik yang didukung motor ke rumah roda gigi bisa mengalami korosi dan pecah, sehingga menyebabkan pengurangan atau hilangnya suplai power steering sepenuhnya.
Sementara pihak Tesla menanggapi, "Telah mengamati korosi berlebihan pada baut yang menghubungkan komponen ini ke perangkat kemudi di kendaraan Model X yang terkena dampak dan terutama di daerah dengan iklim sangat dingin."
Dan selanjutnya perusahaan yang dikomandoi Elon Musk itu bakal mengatur penggantian baut dan roda kemudi jika diperlukan. Juga ditambahkan bahwa pengguna masih dibolehkan terus mengoperasikan Model X milik mereka, sebelum recall berlangsung serta akan menghubungi pemilik untuk menjadwalkan schedule penggantian ketika suku cadang tersedia.
Adapun penarikan berlaku untuk Tesla Model X buatan 2016. Sebelumnya, perusahan Tesla pernah melakukan recall serupa pada Maret 2018 untuk 123 ribu Tesla Model S di seluruh dunia yang diproduksi sebelum April 2016, untuk mengganti baut motor bantu kemudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Menimbang Kelayakan Honda Vario Evo 160 Sebagai Partner Berkendara Harian
-
Solusi Praktis Antar Jemput Anak: 5 Motor Bekas dengan Bagasi Gede, Mulai 5 Jutaan
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester 1: Ini Daftar Mobil Terlaris Toyota
-
Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan
-
Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu, Simak Ciri-Ciri yang Wajib Diketahui
-
Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester 1: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan
-
Perjalanan Satu Tahun Suzuki Fronx Melampaui Target Penjualan
-
Pemesanan JETOUR T1 dengan Harga Khusus Tembus 800 Unit Dalam Sebulan
-
Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia