Munculnya wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19 tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan warga dunia, di mana proses karantina dan usaha menghentikan penyebaran terus dilakukan. Dunia otomotif pun terkena imbasnya, meski kini beberapa pabrik brand global yang memiliki pabrik di China mulai membuka tempat produksinya kembali.
Dikutip dari kantor berita Antara, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Agen Pemegang Merek (APM) mobil Daihatsu di Indonesia menyatakan bahwa Coronavirus yang mewabah beberapa waktu terakhir belum berdampak terhadap rantai pasokan komponen bagi pabrik Daihatsu di Indonesia.
4. Antisipasi Serangan Coronavirus, Begini Langkah Toyota Indonesia
Sekali lagi, wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19 belum dituntaskan. Imbasnya dalam dunia otomotif dikhawatirkan, terutama tentang rawannya rantai pasokan komponen yang mengandalkan buatan pabrikan China. Pasalnya jelas, tempat berproduksi ditutup dan dilakukan karantina bagi warga serta pekerja industri, untuk meminimalkan terjadinya penyebaran.
Alhasil, sejumlah negara pun tengah menunggu keadaan di China segera membaik, walaupun hingga kini rantai pasokan komponen otomotif masih berjalan lancar seperti biasa.
5. Komponen Aman dari COVID-19, Pabrik Honda di China Buka Hari Ini
Meski dikhawatirkan berbagai pengamat bisnis otomotif karena rantai pasokan komponen mobil bakal terputus diguncang wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19, kini semangat optimisme mulai diembuskan.
Baca Juga: Recall Honda CRF250 Rally, AHM Sebut Unit Terdampak Tidak Banyak
Contohnya seperti yang dilakukan pihak Honda. Dikutip dari kantor berita Antara, PT Honda Prospect Motor (HPM), Agen Pemegang Merek (APM) mobil ini di Indonesia menyatakan bahwa Wuhan Coronavirus tak terlalu mempengaruhi produksi maupun rantai pasokan komponen Honda.
6. China Luncurkan Aplikasi Detektor Covid-19, Bermanfaat di Kendaraan
Wuhan Coronavirus atau 2019-nCoV yang kini diberi nama baru Covid-19--telah disahkan World Health Organization (WHO)--berpotensi menular secara cepat begitu terjadi kontak, disebut sebagai "close contact". Pemerintah China kini meluncurkan sebuah aplikasi berjuluk "close contact detector" app.
Dikutip dari BBC News, aplikasi ini berfungsi memberitahu penggunanya bila tengah berada di dekat seseorang yang terinfeksi atau diduga memiliki virus Covid-19.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi