Suara.com - Para pengguna Mass Rapid Transportation atau MRT di Jakarta, inilah perubahan layanan operasi yang dilakukan PT MRT Jakarta (Perseroda). Dikutip dari kantor berita Antara, mulai Senin (30/3/2020) waktu tunggu atau headway menjadi 20 menit.
Perubahan kebijakan layanan operasi ini didasarkan pada evaluasi jumlah penumpang MRT Jakarta selama satu pekan terakhir.
"Jumlah penumpang semakin menurun secara signifikan dibandingkan kondisi normal," demikian papar Muhammad Kamaluddin, Kepala Divisi Sekretaris Korporat di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya Senin (30/3/2020) pagi.
Kebijakan ini kembali disesuaikan untuk mendukung gerakan jaga jarak atau physical distancing yang disarankan pemerintah pusat maupun Pemimpin Provinsi DKI Jakarta dalam rangka pencegahan penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19. Khususnya untuk ruang publik, termasuk transportasi umum.
Saat dilakukan pembatasan satu minggu ini, jumlah penumpang MRT Jakarta berangsur-angsur menurun di bawah 10.000 orang. Dengan catatan mencapai 13.430 penumpang pada Senin (23/3/2020) namun menjadi 3.309 penumpang pada Jumat (28/3/2020).
Selain pembatasan waktu dan jarak tunggu dilakukan, pembatasan jarak antarpenumpang masih tetap dilakukan dengan jumlah 60 orang dalam satu gerbong selama masa tanggap darurat Coronavirus Disease di Ibu Kota Jakarta.
"PT MRT Jakarta (Perseroda) sangat mengharapkan masyarakat untuk tidak bepergian, kecuali kepentingan yang mendesak serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri sebagai bagian dari upaya bersama menekan laju penyebaran Covid-19," imbau Muhammad Kamaluddin.
Sebelumnya, MRT Jakarta telah mengubah kebijakan dengan menerapkan headway tiap 10 menit dan mulai berlaku efektif pada Kamis (26/3/2020). Dan kebijakan pembatasan waktu tunggu semakin diperketat dengan jumlah penumpang yang terus berkurang di bawah angka 10 ribu orang.
Kekinian, tercatat 701 kasus positif Covid-19 di Jakarta dengan rincian 435 kasus dirawat intensif, 151 kasus menjalani isolasi mandiri, 48 kasus sembuh dan 67 kasus meninggal dunia.
Baca Juga: Best 5 Otomotif Pagi: Valendza Wijaya Jadi Driver, Ronaldo Koleksi Bugatti
Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119. Jangan lupa, terapkan pula usaha tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing dengan jarak minimal dua meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
5 Tips Meletakkan Sepatu di Rumah Menurut Feng Shui agar Rezeki Tidak Seret
-
3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU