Suara.com - Lagi cari mobil dinas tangguh yang cocok untuk libas segala medan? Kendaraan double cabin identik dengan industri pertambangan dan perkebunan.
Salah satu model yang paling sering terlihat di area operasional adalah Mitsubishi Triton produksi Mitsubishi Motors.
Dikenal tangguh di medan berat, Triton menjadi pilihan banyak perusahaan tambang karena daya angkut, sistem penggerak 4x4, dan ketahanan mesinnya. Kendaraan ini pun populer di Kalimantan, utamanya sebagai kendaraan operasional pertambangan.
Belakangan, mobil merek ini dikaitkan dengan anggaran Rp8,5 miliar yang akan digunakan gubernur Rudi Mas’ud untuk membeli kendaraan dinas.
Lalu muncul pertanyaan menarik: jika tersedia dana sebesar Rp8,5 miliar, berapa unit Triton double cabin yang bisa dibeli?
Harga Pasaran Mitsubishi Triton Double Cabin
Di Indonesia, Mitsubishi Triton double cabin tersedia dalam beberapa varian, mulai dari tipe HDX, GLS, hingga varian tertinggi seperti Exceed dan Ultimate dengan sistem penggerak empat roda.
Harga on the road untuk wilayah besar seperti Jakarta umumnya berada di kisaran Rp400 juta hingga Rp550 juta per unit, tergantung tipe dan spesifikasi.
Untuk kebutuhan operasional perusahaan tambang, biasanya yang dipilih adalah varian 4x4 dengan spesifikasi menengah hingga tinggi. Kita bisa mengambil angka rata-rata sekitar Rp500 juta per unit sebagai dasar simulasi.
Baca Juga: Gubernur Kaltim dari Partai Apa? Disorot karena Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M
Angka ini sudah cukup representatif untuk model yang lazim digunakan di area pertambangan karena mengutamakan ketangguhan dibanding fitur kenyamanan semata.
Simulasi Perhitungan Dana Rp8,5 Miliar
Dengan asumsi harga satu unit Mitsubishi Triton double cabin sebesar Rp500 juta, maka dana Rp8,5 miliar dapat dibagi dengan angka tersebut.
Hasilnya adalah 17 unit kendaraan. Artinya, dengan anggaran Rp8,5 miliar, sebuah perusahaan atau institusi bisa memperoleh sekitar 17 unit Triton double cabin untuk mendukung operasional lapangan.
Jika perusahaan mendapatkan harga fleet atau pembelian dalam jumlah besar dengan potongan harga tertentu, misalnya harga efektif menjadi Rp480 juta per unit, maka jumlah yang bisa diperoleh bahkan bisa mendekati 18 unit.
Sebaliknya, jika memilih varian tertinggi dengan harga mendekati Rp550 juta per unit, maka dana yang sama hanya cukup untuk sekitar 15 unit kendaraan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa strategi pemilihan tipe sangat memengaruhi jumlah armada yang dapat dibeli.
Mitsubishi Triton dikenal memiliki mesin diesel bertenaga dengan torsi besar yang cocok untuk medan berat seperti jalan tanah, lumpur, dan tanjakan curam.
Sistem penggerak 4WD dengan mode selectable memungkinkan kendaraan beradaptasi dengan berbagai kondisi permukaan.
Selain itu, ground clearance yang tinggi dan rangka ladder frame membuatnya kuat membawa muatan maupun peralatan kerja.
Di area pertambangan, kendaraan bukan sekadar alat transportasi, tetapi aset vital yang menunjang produktivitas.
Mobil double cabin digunakan untuk mengangkut teknisi, supervisor, hingga perlengkapan operasional ke lokasi yang sering kali jauh dari jalan raya beraspal. Karena itu, faktor ketahanan dan kemudahan perawatan menjadi pertimbangan utama.
Jaringan servis Mitsubishi yang luas di berbagai daerah Indonesia juga menjadi nilai tambah, terutama untuk perusahaan yang beroperasi di wilayah terpencil.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Gubernur Kaltim dari Partai Apa? Disorot karena Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Mobil Rp8,5 M Gubernur Kaltim Viral, Ini Aturan Resmi Kendaraan Dinas Kepala Daerah
-
Anggaran Kaltim Disunat 75 Persen, Gubernur Malah Beli Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, DPR: Tidak Peka!
-
Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 M, Intip 5 Opsi SUV Tangguh di Bawah 1 Miliar
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mobil Belum Diterima Konsumen, Jaecoo Berpacu Produksi J5 EV
-
GAIKINDO Pastikan Industri Otomotif Lokal Sanggup Penuhi Seluruh Kebutuhan Mobil Pick Up Nasional
-
9 Rekomendasi Mobil untuk Campervan yang Nyaman dan Mudah Dimodifikasi
-
Bingung Pilih Toyota Avanza atau Rush Biar Tabungan Tak Terkuras? Ini Dia yang Paling Menguntungkan
-
Berapa Daya Angkut Pick Up Mahindra Scorpio? Akan Dipakai Agrinas, Unggul dari Suzuki Carry
-
5 Rekomendasi Motor Bekas Rp5 jutaan yang Bisa Dibeli usai THR Cair
-
Apa Saja Mobil Keluarga dengan Pintu Geser? Ini 7 Opsinya, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
Bodi Mungil Gaya Menawan, Mampukah Wuling Baru Ini Geser Dominasi Air EV?
-
Mobil Rp8,5 M Gubernur Kaltim Viral, Ini Aturan Resmi Kendaraan Dinas Kepala Daerah
-
Isuzu Indonesia Perkuat Dominasi Pasar Kendaraan Niaga Menuju Tahun 2026