Otomotif / Mobil
Sabtu, 04 April 2020 | 14:26 WIB
Logo Honda. [AFP]

Suara.com - Pasar otomotif nasional pada bulan Maret 2020 mulai terdampak oleh pembatasan aktivitas akibat pandemi Virus Corona alias COVID-19 di Indonesia. 

Untuk mengantisipasi penurunan pasar tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) memfokuskan strateginya untuk menjaga tingkat pasokan yang sehat, sekaligus membawa berbagai layanannya ke rumah pelanggan. 

Yusak Billy selaku Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM, menjelaskan dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting untuk tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar. 

"Karena itu, kami akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai tanggal 13 April 2020," ungkap Yusak Billy.

"Selama masa ini, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi, sementara operasional lain di pabrik dan head office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini," jelasnya.

"Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang," tukas Yusak.

Pada bulan Maret kemarin, tercatat sebanyak 10.657 unit mobil Honda terjual di Indonesia atau turun 11 persen dari bulan sebelumnya.

Kontribusi terbesar penjualan di bulan Maret 2020 masih berasal dari Honda Brio sebanyak 5.444 unit, diikuti Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit, serta Honda Jazz sebanyak 820 unit. 

Sementara itu, Honda Mobilio terjual sebanyak 745 unit, Honda BR-V sebanyak 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit.

Baca Juga: Demi Selamatkan MotoGP 2020, Dorna Siap Gelar Balapan Tanpa Penonton

Sedangkan di jajaran mobil premium, Honda Civic Sedan mencatat penjualan sebanyak 52 unit, disusul Honda Odyssey sebanyak 28 unit, Honda City sebanyak 22 unit, Honda Accord sebanyak 20 unit, serta Honda Civic Type R sebanyak dua unit.

Load More