Suara.com - Salah satu Perusahaan Otobus (PO) legendaris yang bermarkas di Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, Sumber Alam melakukan terobosan yang unik.
Di masa pandemi yang membuat banyak bus berhenti beroperasi, mereka membuka peluang kursus mengemudi bus untuk umum.
Melalui akun resmi media sosial PO Sumber Alam, Anthony Steven yang merupakan petinggi PO tersebut mengunggah video dibukanya kursus menyetir bus di perusahaannya.
Dalam unggahan tersebut, kursus menyetir bus resmi yang dibuka untuk umum itu dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Umum, Privat dan Hepi-hepi.
Masing-masing kelas tersebut tentu saja mempunyai harga yang berbeda-beda.
*Video selengkapnya bisa dilihat di sini.
Dalam keterangannya, kelas umum bisa dimulai jika ada 3-5 orang dengan harga Rp 100 ribu per jam di mana minimal ambil 10 jam bisa dibagi beberapa hari.
Sementara untuk yang mau privat, bisa sendirian dengan harga Rp 150 ribu per jam dan minimal ambil selama tujuh jam.
Untuk kelas Hepi-hepi yang bisa digunakan untuk foto-foto mengisi feed Instagram dan lain-lain, harga kursusnya Rp 250 ribu dengan minimal ambil satu jam.
Baca Juga: Dua Bule di Bali Balapan Pakai Motor Sport, Endingnya Nggak Jadi Finish
Dalam kursus itu, menurut Anthony, tak hanya diajarkan menyetir namun lebih dulu diajari cara merawat bus dan pengenalan instrumen panel pengemudi.
"Nanti setelah dirasa mampu oleh pendamping, baru turun ke jalan," jelas Anthony.
Bagi yang mau mendaftar, syaratnya mudah saja tinggal menghubungi nomor kontak yang tertera untuk penjadwalan dan pembayaran.
Anda juga harus sudah punya SIM A karena pihak perusahaan mewajibkan peserta kursus nyetir bus sudah punya dasar menyetir mobil.
Tenang saja, saat kursus, Anda akan didampingi mentor sopir yang sudah berpengalaman milik PO Sumber Alam. Tertarik ikutan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC
-
Toyota Indonesia Dominasi Ekspor Otomotif Nasional Sepanjang 2025
-
Aksi Ugal-ugalan Berujung Petaka, Toyota Calya Diamuk Massa
-
Persiapan Lebaran 2026: Kapan Puncak Arus Mudik dan Titik Mana Saja yang Macet?
-
Bocoran Desain Toyota Fortuner Terbaru Terungkap, Opsi Hybrid dengan Layar Raksasa Segera Mengaspal
-
Link Pendaftaran Mudik Gratis Bulog 2026 Dibuka Hari Ini, Siapkan KTP dan KK Anda Sekarang
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung
-
Alasan Agrinas Pilih Impor 105 Ribu Pick Up India Ketimbang Produk Lokal