Otomotif / Mobil
Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:45 WIB
Suzuki XL7 Hybrid. (SUARA.com/Manuel Jeghesta)
Baca 10 detik
  • Hariadi dari PT Suzuki Indomobil Sales mengimbau pengendara menerapkan defensive driving untuk meminimalkan risiko kecelakaan di jalan.
  • Penerapan defensive driving dilakukan dengan memeriksa kondisi kendaraan, menjaga jarak aman, serta mengelola emosi selama perjalanan berlangsung.
  • Suzuki menyematkan fitur Smart e-Mirror pada New XL7 untuk meningkatkan visibilitas belakang guna mengurangi potensi blind spot.

Suara.com - Keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada kemahiran mengemudi tetapi juga pada kedisiplinan menerapkan budaya defensive driving. Sikap proaktif ini menuntut pengendara untuk selalu waspada dan mampu memprediksi potensi bahaya sebelum terjadi kecelakaan.

Hariadi selaku Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales menjelaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam berkendara.

“Potensi risiko perjalanan selalu ada, termasuk saat lalu lintas meningkat, seperti pada periode libur panjang. Agar semua pengguna jalan bisa meminimalisir potensi tersebut bersama-sama, akan lebih baik jika kita menerapkan defensive driving,” ujar Hariadi.

Beberapa panduan praktis dalam defensive driving meliputi pengecekan kondisi kendaraan secara menyeluruh sebelum berangkat. Pengendara wajib memastikan fungsi rem, ban, serta lampu dalam kondisi prima. Saat di jalan, menjaga jarak aman dan menggunakan lampu sein saat berpindah lajur menjadi hal yang krusial. Selain itu, mengelola emosi dan beristirahat saat lelah sangat disarankan demi menjaga konsentrasi.

Guna mendukung faktor keselamatan, Suzuki menyematkan fitur Smart e-Mirror pada model New XL7 Alpha Hybrid. Teknologi ini berfungsi mengurangi blind spot dengan memberikan pandangan ke belakang yang lebih luas melalui kamera di pintu bagasi. Fitur ini membantu pengemudi mengambil keputusan lebih akurat karena visual yang ditampilkan tetap stabil meski kabin penuh penumpang atau barang.

Hariadi menambahkan mengenai kegunaan teknologi tersebut dalam perjalanan jauh.

“Kehadiran fitur ini menjadi relevan bagi konsumen yang membutuhkan visibilitas tambahan, terutama saat berkendara bersama keluarga, membawa barang bawaan, atau menempuh jalur antarkota dengan kondisi lalu lintas beragam,” jelas Hariadi.

Meskipun teknologi sangat membantu, kesigapan pengemudi tetap menjadi kunci utama. Penggabungan antara fitur canggih dan perilaku berkendara yang benar akan menciptakan perjalanan yang jauh lebih tenang.

“Teknologi dapat membantu perjalanan menjadi lebih aman, tetapi perilaku berkendara antisipatif tetap menjadi faktor penentu. Defensive driving membantu pengemudi tetap waspada dan terkendali dalam menghadapi berbagai situasi di jalan,” tambah Hariadi.

Baca Juga: Daftar Harga Motor Matik Honda, Yamaha, dan Suzuki Banderol Rp 18 Jutaan

Load More