Otomotif / Mobil
Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:42 WIB
Mobil listrik pertama dari Ferrari yang diberi nama Luce. (Foto: Ferrari)
Baca 10 detik
  • CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menjelaskan bahwa harga mobil listrik Luce sebesar Rp 10 miliar sepadan dengan inovasi teknologi.
  • Peluncuran Luce pada 25 Mei 2026 di Italia memicu kritik desain serta penurunan harga saham Ferrari di Bursa Milan.
  • Vigna menegaskan Luce adalah babak baru perusahaan tanpa meninggalkan identitas asli sebagai produsen mobil sport premium yang eksklusif.

Suara.com - CEO Ferrari Benedetto Vigna akhirnya buka suara memberikan penjelasan terkait harga mobil listrik  pertama mereka yang dibanderol 550 ribu euro atau sekitar Rp 10 miliar.

Mobil listrik yang diberi nama Luce tersebut sebelumnya memicu reaksi negatif pasar setelah resmi diperkenalkan pada Senin 25 Mei 2026 lalu.

Akibat hal ini, saham Ferrari yang tercatat di Bursa Milan dikabarkan sempat anjlok 8 persen pada perdagangan Selasa tak lama setelah peluncuran mobil listrik tersebut.

Sentimen negatif juga meluas di media sosial dengan munculnya gelombang kritik terhadap desain mobil listrik Ferrari itu.

Dalam forum diskusi di Modena Italia pada Kamis 28 Mei 2026, Vigna mengatakan harga Luce sangat sepadan dengan inovasi yang dibawa perusahaan. Ia menilai banyak pihak salah dalam memahami arah pengembangan Ferrari setelah peluncuran mobil listrik tersebut.

Vigna menegaskan Ferrari tidak akan menggantikan seluruh mesin konvensional dengan kendaraan listrik sepenuhnya. Menurutnya, Luce hadir sebagai bagian dari babak baru perusahaan tanpa meninggalkan identitas utama Ferrari sebagai produsen mobil sport premium.

Ia juga menepis anggapan bahwa mobil listrik Ferrari dapat disamakan dengan kendaraan listrik asal China maupun merek lain. Vigna mengatakan publik perlu melihat langsung Luce untuk memahami perbedaannya dibandingkan mobil listrik lain di pasar saat ini.

Kontroversi desain Luce bahkan mendapat kritik keras dari mantan bos Ferrari hingga Menteri Perhubungan Italia. Meski demikian, sejumlah analis otomotif menilai reaksi negatif investor masih terlalu dini untuk dijadikan kekhawatiran besar bagi masa depan perusahaan.

Setelah turun tajam pada Selasa, saham Ferrari ditutup melemah tipis 0,1 persen pada perdagangan Rabu. Namun posisi saham produsen mobil mewah tersebut kembali menguat sekitar 1,7 persen pada hari Kamis.

Baca Juga: Mengenal Teknologi ADAS Chery Q Sebagai Solusi Berkendara Aman di Perkotaan

Vigna menekankan bahwa pengembangan teknologi baru harus dibarengi dengan penghormatan terhadap desain dan identitas merek.

Menurutnya, desain mobil listrik Ferrari memang harus tampil berbeda agar teknologi baru yang digunakan dapat terwakili secara tepat di mata dunia.

Load More