Suara.com - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), pada Rabu (27/4/2020), kembali menjalankan aktivitas produksi di pabrik Sunter, Jakarta dan Karawang, Jawa Barat.
Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam mengungkapkan, ada beberapa pengecualian untuk memenuhi kebutuhan service parts bagi konsumen dan untuk memenuhi komitmen ekspor.
"Beberapa fungsi di TMMIN beroperasi mulai dari 27 April yang sesuai dengan izin dari Kementerian Perindustrian," ujar Bob Azam kepada Suara.com.
Ia menambahkan, semua kegiatan TMMIN selama implementasi PSBB mengikuti protokol kesehatan dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta resmi memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai dengan 22 Mei 2020.
Sebelumnya, PSBB di DKI dimulai pada 10 April dan akan berakhir 23 April 2020 atau dua minggu. Tetapi, dengan diperpanjang sampai 22 Mei 2020, maka perpanjangan tersebut ditambah 28 hari.
Lanjut Bob Azam, pada dasarnya TMMIN tetap melanjutkan kebijakan Work From Home (WFH) saat ini sesuai dengan kebijakan PSBB. Hanya saja industri strategis yang ada ekspor impor (termasuk otomotif) masuk 11 industri yang dikecualikan.
"Tapi tetap harus mengantongi izin Kementerian Perindustrian (Kemenperin)," tegas Bob Azam.
Sebelumnya TMMIN telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait penghentian sementara aktivitas produksi di pabrik mereka selama lima hari, mulai 13 April hingga 17 April 2020, untuk mendukung implementasi PSBB.
Baca Juga: PSBB, Pabrik Toyota Tutup Sementara selama 5 Hari
Hal itu dilakukan setelah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan daerah untuk melindungi karyawan dari wabah Covid-19. Langkah ini ditempuh dengan mempertimbangkan faktor-faktor komprehensif, antara lain untuk mengantisipasi penurunan permintaan dalam negeri dan ekspor, serta kondisi pasokan komponen.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Kasus AKBP Didik: Jejak Uang Rp1,8 M dari Bandar Narkoba hingga Permintaan Alphard
-
Toyota Raize vs Nissan Magnite vs Suzuki Fronx 2026: Cek Harga, Spesifikasi, Mending Mana?
-
5 Fakta Nissan Gravite MPV 7 Seater Calon Penantang Calya, Harga Tak Sampai Rp110 Juta
-
VRZ Diesel atau SRZ Bensin? Simak Daftar Harga dan Konsumsi BBM Fortuner 2016 Bekas Sebelum Meminang
-
Terpopuler: Keunggulan Toyota Etios Valco 2015 Bekas, Pajak Moge Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bukan Skutik Biasa, Yamaha Mio M3 Bawa Desain Carbon dan Warna Ngejreng, Segini Harganya
-
Bikin Tetangga Iri Pas Lebaran, Ini 3 Pilihan Motor Sport Seken yang Ramah Buat Pemula
-
Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun