Otomotif / Mobil
Selasa, 07 Juli 2020 | 15:26 WIB
Ilustrasi membeli mobil secara online, termasuk mobil bekas [Shutterstock].

Suara.com - Pengamat otomotif nasional, Yannes Martinus Pasaribu menilai bahwa penjualan mobil bekas secara online akan mengalami tren positif di tengah pandemi COVID-19.

Menurut pengamat yang berprofesi sebagai dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, tren penjualan online merupakan alternatif pemasaran yang bisa dilakukan pada saat orang dikondisikan untuk diam di rumah dan menerapkan berbagai prosedur distancing akibat COVID-19. Hal ini mengubah tatanan komunikasi sosial hingga ekonomi.

Ilustrasi mobil bekas (Shutterstock).

"Semakin banyaknya penjualan online lebih merupakan perubahan media saja. Dari yang awalany kontak offline atau fisik menjadi melalui media digital," ujar Yannes Martinus Pasaribu kepada Suara.com.

Namun demikian, tambahnya, penjualan mobil bekas secara online juga memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya adalah luas cakupan calon pembeli menjadi tanpa batas.

Pembeli tidak lagi hanya pada level lokal atau kota tertentu saja. Mereka bisa dapat dari mana pun, selama tertarik akan mencarinya melalui media digital yang tidak mengenal batas wilayah, dan harga pun dapat menjadi semakin kompetitif.

"Karena tidak ada lagi biaya iklan media cetak yang mahal dan tidak memerlukan lagi jasa broker seperti model penjualan lama," ungkap Yannes Martinus Pasaribu.

Sementara kekurangannya, calon pembeli tidak dapat merasakan impresi awal dari kendaraan yang akan dibelinya.

"Tapi hal ini dapat diatasi dengan membuat appointment untuk melihat barangnya secara langsung," kata Yannes Martinus Pasaribu.

Sebelumnya CO-Founder Carro Automall, Aditya Maulana, optimis bahwa pasar mobil bekas di Indonesia akan terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pasar mobil baru dan bekas memang menurun pasca diterpa badai COVID-19. Namun disebutkannya bahwa prediksi itu terjadi dalam jangka pendek.

Baca Juga: Mobil Bekas Merek Jepang Masih Laris di Tengah Pandemi COVID-19

"Walaupun ada pembatasan, orang tetap beraktivitas. Pasar jangka pendek memang turun. Ke depan, ini potensi yang akan terus bertambah," kata Aditya Maulana saat bincang virtual bersama awak media.

Lebih lanjut, tambahnya, kebutuhan akan mobil terus meningkat, untuk sarana berpindah dari titik ke titik lain. Terlebih bagi sebagian orang, transportasi umum bisa dibilang sedikit menakutkan karena cenderung penuh sesak. Terlebih lagi, pasar mobil di Indonesia memang belum sepenuhnya tergarap.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Load More