Suara.com - Pabrikan mobil asal Jerman, Porsche, memberikan dukungan terhadap kaum gay dengan menghadirkan jajaran Porsche 911 berwarna pelangi sebelum festival lesbian, gay, biseksusal, dan transgender (LGBT), Christopher Street Day berlangsung.
Keenam model Porsche 911 berbalut warna pelangi adalah GT3 berwarna merah, RS GT3 oranye, GT3 RS kuning, RS GT3 hijau, RS GT3 biru, dan GT3 berkelir merah marun. Selain itu, Porsche juga telah mengibarkan bendera pelangi di pabriknya di Stuttgart, Jerman.
Tidak hanya itu, bentuk dukungan yang dilakukan para staf perusahaan adalah berlari dengan kemeja berwarna cerah pada sesi Pride Run virtual.
"Kami menuntut dan menumbuhkan peluang yang sama dan ingin semua staf Porsche bisa berkontribusi apa adanya, terlepas dari jenis kelamin, latar belakang etnis, agama, usia, atau orientasi seksual," kata Andreas Haffner, anggota dewan eksekutif divisi Sumber Daya Manusia Porsche, dikutip dari Carscoops.
Dalam keterangan perusahaan, Porsche juga mengungkapkan, ingin mengambil sikap untuk keberagaman, toleransi dan rasa hormat pada festival Christopher Street Day.
Apa yang dilakukan Porsche sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Tiga setengah tahun yang lalu, perusahaan bahkan mendirikan Departemen Peluang dan Keragaman untuk mendukung kesetaraan bagi suruh anggota staf yang lebih berfokus pada keahlian dan keterampilan tanpa melihat latar belakang masing-masing staf.
Porsche juga bukan satu-satunya pembuat mobil yang menunjukkan dukungannya untuk kaum LGBT.
Dua minggu lalu, pabrikan mobil Bentley melakukan hal serupa dengan meluncurkan Bentley Continental GT Convertible berbalut warna pelangi. Enam warna khusus ini bisa dipesan konsumen yang menginginkan.
Baca Juga: Terapkan Kenormalan Baru, Begini Cara Porsche Jual Mobil Bekas
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Kurikulum, Diajarkan Mulai Kelas 4 SD
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten
-
Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak