Suara.com - Mazda Toyota Manufacturing (MTM), sebuah usaha patungan antara Mazda dan Toyota, menginvestasikan tambahan 830 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk pabrik baru di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat.
"Uang itu akan digunakan untuk menggabungkan lebih banyak teknologi manufaktur ke lini produksi dan memberikan pelatihan tenaga kerja sampai 4.000 karyawan," ujar Kay Ivey, Gubernur Alabama, dikutip dari Carscoops.
Secara total, investasi Mazda dan Toyota sejauh ini sudah mencapai 2,3 miliar dolar AS untuk pengembangan pabrik bersama. Jumlah ini naik dari 1,6 miliar dolar AS yang sebelumnya diumumkan pada 2018.
Kegiatan produksi pabrik baru ini rencananya akan dimulai pada 2021. Pabrik diproyeksikan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 300.000 unit kendaraan.
Sementara komposisinya adalah 150.000 unit crossover Mazda untuk masa depan, dan 150.000 unit Toyota kategori Sport Utility Vehicle (SUV). Namun sejauh ini masih sangat sedikit informasi produksi apa saja yang akan masuk jalur produksi di Alabama.
Kabarnya Toyota tengah menyiapkan versi produksi dari konsep FT-4X. Sedangkan Mazda akan mengembangkan model menengah antara CX-5 dan CX-9, juga kemungkinan menghidupkan kembali CX-7.
Perusahaan mengatakan konstruksi pabrik sudah 75 persen menuju 100 persen, dengan sisa beberapa penyelesaian ringan seperti pelat lantai, saluran air, proteksi kebakaran, dan listrik.
Kendati demikian, pabrik gabungan Mazda dan Toyota ini sedikit terhambat dalam pengerjaan. Kedua pabrikan asal Jepang tadi harus menanggung biaya 50 persen lebih mahal dari perkiraan semula akibat pandemi COVID-19.
"Peningkatan komitmen Mazda dan Toyota untuk pengembangan pabrik manufaktur ini menegaskan kembali keyakinan merela pada masa depan manufaktur di Amerika dan potensi negara bagian Alabama untuk menjadi pemimpin ekonomi setelah perubahan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kay Ivey.
Baca Juga: New Toyota Fortuner Akan Tiba di Australia, Ini Spesifikasinya
Berita Terkait
-
Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis
-
Ternyata Banyak Pengguna New Veloz Hybrid yang Masih Takut Kesetrum
-
Toyota Akan Pangkas Produksi Mobil di Luar Jepang, Terdampak ke Asia dan Timur Tengah
-
Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia Resmi Beroperasi, Kapasitas Tembus 2 Juta Unit
-
Cara Menjaga Performa Mesin Toyota Modern dengan Pelumas Standar Balap
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis
-
Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang
-
Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton
-
Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge
-
Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi
-
Suzuki Fronx Teranyar Siap Minum Etanol Murni, Rilis Dalam Waktu Dekat
-
Harga Terlalu Murah Jadi Senjata Makan Tuan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi