Suara.com - Sama seperti komponen lainnya sunroof dan panoramic sunroof tentunya memerlukan perawatan rutin bagi penggunanya yang tinggal di negara beriklim tropis. Hal itu dilakukan untuk memperpanjang usia pakainya serta dapat mencegah terjadinya kerusakan seperti kebocoran.
Mengutip V-Kool Indonesia, pemilik mobil bersunroof harus secara rutin memberikan perhatian, paling tidak sebulan sekali. Perlakuan yang kurang tepat oleh pemilik mobil, kadang-kadang dapat mengganggu fungsi sunroof.
Di antaranya karet menjadi keras akibat sering terjemur sinar matahari secara langsung. Akibatnya, lama kelamaan proses buka tutup kaca dapat menjadi tersendat dan menjadi kurang rapat dalam menutup sunroof tersebut.
Merawat sunroof dan panoramic sunroof memang tak jauh berbeda dengan merawat kaca depan mobil. Materialnya memang sama-sama kaca, hanya saja kaca pada sunroof dan panoramic roof lebih tebal dibanding kaca depan. Tapi yang perlu diingat, setiap komponen pada kendaraan bermotor akan memiliki usia pakai.
Mobil yang memiliki komponen kaca di bagian atap sebaiknya diberi perhatian lebih dengan selalu diupayakan diparkir di tempat teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Hal ini demi tetap menjaga komponen karet tetap lentur untuk jangka waktu yang lebih lama.
Salah Pilih Tempat Parkir Bisa Bikin Sunroof Rusak
Karena sering terjemur sinar matahari secara langsung, karet bisa menjadi keras. Akibatnya, lama-kelamaan proses buka tutup kaca dapat menjadi tersendat dan menjadi kurang rapat dalam menutup sunroof tersebut.
Merawat sunroof dan panoramic sunroof memang tak jauh berbeda dengan merawat kaca depan mobil. Materialnya memang sama-sama kaca, hanya saja kaca pada sunroof dan panoramic roof lebih tebal dibanding kaca depan. Tapi yang perlu diingat, setiap komponen pada kendaraan bermotor akan memiliki usia pakai.
Baca Juga: Sindiran Menohok Abu Janda Soal Parkir Terpisah di Depok
Mobil yang memiliki komponen kaca di bagian atap sebaiknya diberi perhatian lebih dengan selalu diupayakan diparkir di tempat teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini demi tetap menjaga komponen karet tetap lentur untuk jangka waktu yang lebih lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia