Suara.com - Berita mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPU. Ketua KPU, Arief Budiman resmi diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Hal ini diduga lantaran Arief melanggar kode etik penyelenggara pemilu.
"Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua KPU sejak putusan ini dibacakan," kata Ketua DKPP Muhammad, Rabu (13/1/2021) dilansir dari Suara.com.
Terlepas dari hukuman tersebut, mantan ketua KPU ini ternyata cukup banyak memiliki koleksi kendaraan. Hal ini terbukti pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) pada tahun 2019 silam.
Total harta kekayaan Arief Budiman dalam situs KPK tercatat sebesar Rp 2,104 miliar. Dari total kekayaannya tersebut, Rp 293 juta dilaporkan sebagai alat transportasi dan mesin.
Dalam laporan harta kekayaan dari sektor alat transportasi dan mesin, tercatat ia melaporkan 5 unit kendaraan miliknya.
Terdapat 3 unit mobil dan 2 unit motor dalam laporan yang dilaporkan di situs KPK. Ketiga mobil tersebut antara lain Nissan Grand Livina, Nissan Serena, dan Peugeot.
Nissan Grand Livina lansiran tahun 2007 ditaksir senilai Rp 90 juta. Sedangkan untuk Nissan Serena lansiran tahun 2010 ditaksir senilai Rp 125 juta. Lalu untuk mobil sedan Peugeot lansiran tahun 2004 ditaksir senilai Rp 50 juta.
Untuk kendaraan roda 2 yang dilaporkan, tercatat ia melaporkan Honda PCX dan Honda BeAT. Honda PCX lansiran tahun 2014 dibanderol seharga Rp 25 juta. Sedangkan untuk Honda BeAT lansiran tahun 2010 ditaksir senilai Rp 3 juta.
Baca Juga: Duh! Langgar Kode Etik, Arief Budiman Dicopot dari Jabatan Ketua KPU
Ternyata tak ada kata mewah dalam laporan harta kekayaan Arief Budiman di sektor alat transportasi dan mesin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Viral Pemobil Vellfire Ngamuk Minta BBM Subsidi, Siapa Sebenarnya yang Berhak Isi Pertalite?
-
Sepakat Ditunda, Impor Mobil Pick Up dari India Ternyata Sudah Tiba di Jakarta
-
Mewah ala Alphard! BYD Rilis Linghui M9, MPV Pintu Geser Khusus Taksi Online
-
Polemik Impor Pick Up India Ditengah Dominasi Kendaraan Niaga 4x2 Produksi Dalam Negeri
-
Apakah Mobil Baru Masih Butuh Inreyen di Era Teknologi Mesin yang Semakin Canggih
-
Sering Terobos Hujan Bikin Motor Rentan? Sudah Cek 5 Bagian Ini Biar Tetap Aman?
-
Cari Skutik Murah Tapi Gak Murahan? Simak Kelebihan dan Penyakit Langganan Honda Genio
-
Motor Termurah BMW Harganya Setara Yamaha NMAX
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal