Suara.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memprediksi dapat menaikkan penjualan mereka sebesar 20 persen per bulan berkat kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diberlakukan pemerintah sejak 1 Maret 2021.
Donny Saputra, Marketing Director 4-Wheel PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan bahwa perusahaan itu memiliki dua model yang mendapat insentif PPnBM yakni All New Ertiga dan XL7, yang diharapkan bisa menggenjot volume model itu menjadi 6.000 - 6.500 unit per bulan dari sebelumnya sekitar 4.700 - 5.000 unit.
"Kami sudah studi, kami rasa kenaikan penjualan 20 persen dari dua produk itu. Volumenya sekitar 6.500 unit per bulan, naik dari Desember 2020 sekitar 4.700-an," kata Donny kepada pewarta, Kamis petang (4/3/2021).
Ia menjelaskan, sebenarnya penjualan mereka dalam tiga hari pertama bulan Maret (setelah insentif PPnBM berlaku) naik hingga 40 persen, namun demi mengantisipasi dinamika penjualan selama pandemi, maka perusahaan itu mengambil target 20 persen.
"Kami masih review, tapi kalau lihat data dibandingkan Februari, selama tiga hari ini (naik) mencapai 40 persen. Namun untuk penjualan bulanan saya kira 20 persen," kata dia.
Ia berharap kebijakan insentif PPnBM bisa memberikan efek bola salju yang mendorong minat beli konsumen agar semakin besar, sejalan dengan penanganan pandemi yang dijalankan pemerintah.
Sedangkan di segmen mobil bekas, Suzuki yang memiliki divisi Auto Value menilai bahwa insentif PPnBM tidak memberikan dampak besar, melainkan memberi kesempatan kepada penjual untuk mendapatkan supply lebih banyak.
"Dampaknya tak besar. Pedagang mobil bekas melihat konsumen tukar tambah naik, sehingga menjadi supply untuk pedagang," kata Head of Business Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hendro Kaligis.
"Data Auto Value kami di Jakarta menunjukkan kenaikan enquiry 100 persen, namun penjualannya belum bisa terlihat. Yang pasti tidak adalah masalah karena hal tersebut karena pembeli mobil bekas dan baru punya karakter berbeda," tutup dia. [Antara]
Baca Juga: Kapan Suzuki GSX 250 Masuk Indonesia? SIS: Produk Baru Pasti Ada
Berita Terkait
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati di Indonesia Februari 2026
-
5 Mobil Hybrid Murah Anti Repot Ngecas: Irit Bensin Maksimal, Harga Ramah Kantong buat Mudik Lebaran
-
4 Mobil Hybrid Bekas Termurah Bisa Buat Mudik, Harga Brio Kalah Miring
-
Apa Saja Mobil Bekas yang Nggak Bikin Penumpang Mabuk Darat? Ini 7 Rekomendasi 100 Jutaan
-
Strategi Suzuki Indonesia Incar Pangsa Pasar 9,5 Persen Sepanjang 2026
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Daftar Harga Mobil MG Terbaru 2026 di Indonesia dan Spesifikasinya
-
7 Mobil Listrik yang Irit dan Minim Perawatan, Ideal untuk Jangka Panjang
-
Terpopuler: Aksi Wonderkid Indonesia di Moto3 COTA, Rekomendasi Mobil dengan Sunroof
-
Mobil MG Buatan Mana? Ini 5 Rekomendasi Termurahnya di Indonesia
-
Mobil LCGC Apa Saja? Ini Daftar Lengkap dan Harga Bekas Terbaru 2026
-
Bukti Nyali Wonderkid Indonesia, Veda Ega Tembus Posisi 4 Kualifikasi Moto3 COTA Amerika
-
Rekomendasi Mobil dengan Sunroof dan Mesin Awet 2026: Masa Pakainya Lama, Nyaman dan Stylish
-
Waspada Arus Balik Lebaran 2026: 3 Jurus Jitu Hindari Blind Spot yang Sering Bikin Pemotor Celaka
-
5 Rekomendasi Mobil Matic Kecil Paling Irit BBM, Cocok buat Macet-macetan
-
Penyebab Motor Tidak Bisa Distarter: Kenali Faktor Utama dan Cara Atasinya