Suara.com - Dunia Formula One (F1) pada umumnya, serta insan sport otomotif dan fans asal Britania Raya pada khususnya, telah kehilangan Sir Murray Walker OBE, sang komentator balap jet darat legendaris. Ia mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (13/3/2021) dalam usia 97 tahun, akibat lymphoma yang diidapnya sejak berusia 89 tahun.
Bagi generasi penyuka F1 zaman kekinian, mungkin tidak aware siapakah Murray Walker , atau lengkapnya Graeme Murray Walker. Namanya bisa jadi kurang dikenal dibandingkan para komentator balap jet darat seperti mantan driver David Coulthard serta Nico Rosberg. Namun bagi generasi pendahulu dan warga Britania Raya, ia adalah sebuah legenda.
Seseorang yang melaporkan balap dari commentary box dengan seru, enerjik, dipadu humor khas Inggris. Namun menjadi serius, tanpa mengurangi unsur kocak, saat mewawancarai para pembalap di luar trek. Mengenakan kacamata baca warna putih bening, berkepala plontos, serta akrab driver F1 dari berbagai masa, itulah sosoknya.
Dikutip dari keterangan gp_corner di laman media sosial Instagram, lelaki kelahiran Birmingham, 10 Oktober 1932 ini dahulu menjalani wajib militer di Angkatan Darat Inggris mulai Oktober 1942. Setelah lulus dari Sandhurts Military College, sebelumnya ia ditempatkan terlebih dahulu di Royal Scots Greys Regiment. Sir Murray Walker OBE menjadi relawan untuk pasukan tank di Royal Armoured Corps.
Salah satu prestasinya di dunia militer yang sungguh keren adalah menjadi komandan grup Sherman Tank dan memimpin pasukannya di Battle of Reichwald pada 1945, setelah Pasukan Sekutu berhasil menyeberangi Sungai Rhein di Jerman.
Dasar kocak, kenangannya tentang peperangan itu adalah, "Suatu hari setelah kami berhasil menyeberangi Sungai Rhein, saya balik ke kamp untuk menambah suplai dan duduk-duduk sebentar. Ada tiga lelaki bercakap-cakap, eh, apakah saya tidak salah lihat, sepertinya melihat ayah sendiri?"
Ternyata benar! Sang bapak, Graham Walker adalah pegawai di perusahaan sepeda motor kondang Norton Motor Company dan pernah balapan di road race Isle of Man TT. Dan selama masa perjuangan menjadi wartawan perang.
Usai pasukan Jerman menyerah kepada Pasukan Sekutu dan berpangkat kaptem, Sir Murray Walker undur diri dari dunia militer.
Lantas ia mengikuti audisi BBC sebagai komentator. Pada 1949 Murray Walker memulai tugasnya meliput balap F1 di radio BBC. Diteruskan ke BBC Sport (1963 - 1996, 2009 - 2015), serta ITV Sport (1997 - 2001).
Baca Juga: Obituari: Komentator F1 Legendaris Sir Murray Walker Berpulang
Malang-melintang sekian lama di dunia F1, para driver balap jet darat menganggapnya sebagai sosok yang "wajib ada" di setiap gelaran. Contohnya di momentum Damon Hill meraih gelar juara dunia 1996. Saat diarak naik mobil terbuka keliling sirkuit, yang diajaknya pun Sir Murray Walker.
Bersama James Hunt, juara dunia F1 1976, Murray Walker menjadi duo komentator untuk laga jet darat. Padahal, antara minat, kesukaan, serta sudut pandang, kedua sosok ini berbeda. Namun profesionalitas membuat keduanya solid berduet di lapangan dan menjadi sahabat, sampai James Hunt wafat di 1993. Sesudahnya, Sir MUrray Walker berduet dengan mantan driver F1, seperti Sir Jackie Stewart (juara dunia F1 tiga kali) dan Martin Brundle.
Akibat pernah salah menyebutkan nama driver dalam kejuaraan sekitar 2000, Sir Murray Walker ingin mengundurkan diri. Namun ditahan banyak pihak, hingga tahun berikutnya ia kembali lagi sebagai komentator. Selain itu juga menulis buku tentang pengalaman di dunia F1, sampai menjadi navigator atau co-driver di cabang motorsport reli aspal atau tarmac rally.
Kemudian suami dari Elizabeth Walker yang menikah pada 1955 itu kembali lagi menjadi komentator, dan terjadi bencana yang menyerang kedua gendang telinganya. Bertugas dari sirkuit ke sirkuit, ditambah faktor usia, sekitar 2006 ia mengalami tuli total, sehingga dibantu alat dengar dan diangkat sebagai brand ambassador peranti bantu ini.
Mulai 2009 Sir Murray Walker bertugas sebagai kolumnis tamu di situs BBC. Dan di tahun yang sama ia meraih penghargaan sebagai "The greatest sports commentator of all time" dalam polling yang diadakan The Daily Mail untuk para penggemar olah raya di Britania Raya.
Lalu 2011 menggarap serangkaian program dokumenter, berlanjut hingga 2015, dan di 2016 mengasuh rubrik wawancara dengan para pembalap F1.
Tag
Berita Terkait
-
Lando Norris Kunci Gelar Juara Dunia Formula 1 2025
-
Ogah Pusing, Max Verstappen Anggap Gelar Juara Dunia Tidak Terlalu Penting
-
Siapa Hannah Schmitz? Wanita Inggris Otak di Balik Keajaiban Max Verstappen di F1
-
Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2025: 3 Pembalap Siap Rebut Gelar Juara Dunia
-
Hanya Selisih 12 Poin dari Norris, Max Verstappen Paksa Penentuan Juara F1 2025 ke Seri Terakhir!
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
XPeng P7+ 2026 Meluncur: Lebih Kencang dari Pajero, Jarak Tempuh hingga 1.550 km
-
4 Mobil Sebandel Panther dengan Desain Lebih Modern, Cocok di Jalanan Menanjak
-
5 Mobil Keluarga Kuat di Tanjakan dan Perjalanan Jauh, Sparepart Melimpah
-
4 Pilihan Mobil Bekas dengan AC Paling Dingin, Harga Mulai Rp50 Jutaan
-
5 Rekomendasi Motor Bekas dengan Body Gagah, Bisa Dibeli Modal Budget Rp10 Jutaan
-
5 Pilihan Mobil Bekas dengan Sparepart Paling Melimpah di Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Pintu Geser Harga di Bawah 100 Juta: Ramah Lansia dan Anak
-
Terpopuler: Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren, 5 Mobil Bekas untuk Karyawan UMR
-
TMMIN Nilai Pasar Mobil Indonesia 2026 Belum Jelas
-
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026