Otomotif / Mobil
Minggu, 04 April 2021 | 09:38 WIB
Ilustrasi mobil mogok. (Unsplash/Nicole Harrington)

Kenapa? Supaya mobil mudah dikendalikan saat mengerem dan berbelok.

5. Tidak Usah Ngebut

Tidak Usah Ngebut. (pexels)

Setelah memastikan tali terpasang dengan pas pada tempatnya dan tidak kendur, itu artinya mobil siap untuk diderek.

Tapi ingat, untuk mobil penderek, tidak usah melaju terlalu cepat.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan hentakan yang bisa menyebabkan tali penarik putus.

Batas kecepatan maksimal yang disarankan adalah 30 hingga 40 kilometer per jam.

6. Pahami Rute

Pahami Rute yang Akan Dilalui. (pexels/Lorenzo Cafaro)

Sebelum melakukan penderekkan, diskusikan terlebih dahulu dengan si penderek rute mana yang akan ditempuh.

Supaya kedua pengemudi sama-sama bisa mengantisipasi rute yang berlubang, tanjakkan, turunan hingga persimpangan.

Baca Juga: Dua Tahun Buron, Pencuri Mobil di Lampung Tengah Ditembak Polisi

7. Nyalakan Lampu

Nyalakan Lampu Utama Dibantu dengan Lampu Hazard. (pexels/Aidan Jarret)

Jangan lupa untuk tetap menyalakan lampu utama, supaya pengguna jalan lain juga tahu kondisi mobil yang mogok.

Karena ini adalah kondisi darurat, lampu hazard bisa digunakan. Tapi jangan lupa untuk tetap menggunakan lampu isyarat atau lampu sein ketika hendak berbelok.

Load More