Suara.com - Separator adalah komponen penting dalam produksi baterai lithium-ion untuk mobil listrik atau Electric Vehicle (EV). Dalam produksi sebuah kendaraan terelektrifikasi, 15-20 persen biaya dibutuhkan untuk sektor ini.
Mulai 2023, diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan baterai mobil listrik. SK IE Technology, anak perusahaan SK Innovation asal Korea Selatan melakukan investasi skala besar untuk mengantisipasi situasi ini, mengingat pasar baterai EV berkembang pesat.
Industri memprediksikan peningkatan tajam dari pasar separator global, yang kira-kira 4 miliar m2 tahun lalu, hingga sekitar 16 miliar m2 pada 2025.
Berambisi menjadi pemasok nomor satu, keunggulan separator SK IE Technologi tidak pernah mengalami kebakaran--sementara kasus kecelakaan kebakaran terus terjadi pada baterai EV di beberapa saat terakhir ini--dan permintaan separator bersertifikasi keselamatan telah meningkat pesat.
Dikutip kantor berita Antara dari laman resmi SK IE Technology, perusahaan ini siap melakukan investasi sekira 1,13 triliun won untuk pasar Eropa. Berlokasi di Polandia, nilai itu adalah yang terbesar di antara investasi tunggal SK IE Technology sejauh ini.
Harapannya, SK IE Technology akan mampu memproduksi total separator 1,54 miliar m2 per tahun dengan menggabungkan kapasitas produksi 680 juta m2 dari Pabrik 1 dan 2. Sementara kapasitas produksi tahunan Pabrik 3 dan 4 masing-masing 430 juta m2, seperti dikutip Senin (12/4/2021).
Pabrik 1 SK IE Technology di Polandia akan mulai berproduksi pada kuartal keempat, dan Pabrik 2 di Changzhou, China mulai berjalan pada kuartal pertama. Keduanya telah mendapatkan permintaan yang cukup banyak.
Salah satu keunggulan produk ini adalah keamanan tak tertandingi berdasarkan teknologi terdepan di dunia. Hingga saat ini, baterai yang mengimplementasikan separator produksi SK IE Technology tidak pernah mengalami kebakaran.
"Itu karena kami telah membedakan teknologi eksklusif seperti teknologi sequential stretching yang mewujudkan kualitas merata sambil mengontrol ketebalan separator tanpa batasan, teknologi lapisan separator yang meminimalkan deformasi bahkan dari panas dan guncangan, dan seterusnya," pungkas SK Innovation.
Baca Juga: Shell Berniat Perbanyak Jumlah SPKLU di Indonesia
Berita Terkait
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif
-
Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Berkurang Drastis Akibat AC Saat Cuaca Panas
-
Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi
-
Bukan Lithium Lagi Teknologi Baterai Garam CATL Mulai Digunakan Skala Besar
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin
-
Update Klasemen Moto3 Junior M Kiandra Ramadhipa Terpaut Sembilan Poin dari Puncak