Suara.com - PPKM Darurat membuat aktivitas masyarakat dibatasi termasuk acara pernikahan.
Jika nekat menyelenggarakan acara pernikahan yang menimbulkan kerumunan bisa-bisa nanti kena ciduk aparat.
Namun, ternyata acara pernikahan bisa berlangsung tanpa menimbulkan kerumunan. Seperti halnya yang terlihat dalam postingan akun Instagram @nenk_update satu ini.
Dalam unggahan tersebut, diperlihatkan bagaimana cara agar pernikahan tidak menimbulkan kerumunan.
Mereka menyelanggarakan dengan konsep drive thru. Jadi tamu undangan dibatasi serta ketika datang ke acara diizinkan membawa motornya masuk ke dalam acara.
Awalnya, tamu undangan akan berhenti di kotak yang berisi sumbangan dengan naik motor.
Mereka kemudian memasukkan amplop berisi uang seperti saat datang ke acara pernikahan biasa.
Selanjutnya, tamu undangan akan menuju ke pasangan pengantin. Mereka kemudian berhenti di depan pelaminan pengantin.
Di seberang pelaminan, sudah ada kerabat pengantin yang menyiapkan makanan.
Baca Juga: Daniel Mananta Akui Sering Gagal Sabar Sebagai Suami Viola Maria
Makanan yang diberikan sama sekali tidak berkonsep prasmanan atau duduk di meja, melainkan sudah dibungkus dengan konsep nasi kotak.
Jadi setelah tamu undangan menerima nasi kotak tersebut, sudah dipersilakan untuk keluar dari acara tersebut.
Tak sampai 10 menit untuk menghadiri pesta pernikahan ala PPKM Darurat ini.
Potret ini lalu membuat warganet membanjiri kolom komentar.
"yg naik mobil terobos juga?" tulis @fazar***.
"Hemat anggaran berkurang yaitu gak ada yg cuci piring," beber @hardyputrasa***.
"Sebentar lagi lewat online, ngamplopnya transfer, makanannya pake gojek," celetuk @daniel_krist***.
Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Riding PCX 160 ke Desa Wisata Krebet, Sinergi Astra Motor Yogyakarta Dukung Kelestarian Batik Kayu
-
Lebih Sporty dari Wuling Air EV? EV Hatchback Ini Pamer Muka Baru, Siap Rusak Harga Pasar!
-
Menanti Subsidi Baru Pemerintah Saat Pilihan Motor Listrik di Indonesia Semakin Membeludak
-
Honda Grom 2026 Meluncur dengan Gaya Balap Namun Minim Pembaruan Teknis pada Sektor Mesin
-
IBC Fokus Riset Kembangkan Paten Baterai EV yang Sesuai dengan Kebutuhan Indonesia
-
Nggak Cuma Destinator: Xpander dan Xpander Cross Juga Promo di Mei 2026, Begini Ketentuannya
-
Viral Misteri Porsche Macan Rp 2,6 Miliar Gunakan Pelat Dinas, Benarkah Milik Aparat Berpangkat?
-
Strategi Harga BYD M6 DM Demi Tekuk Toyota Veloz Hybrid di Segmen MPV Elektrifikasi
-
Tak Perlu Cas! Honda Gandeng LG Hadirkan Sistem Tukar Baterai di Vietnam
-
Strategi Honda Cetak Mekanik Profesional dari Sekolah Melalui Pos AHASS TEFA