Otomotif / Mobil
Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:47 WIB
Viral Misteri Porsche Macan Rp 2,6 Miliar Gunakan Pelat Dinas, Benarkah Milik Aparat Berpangkat? (X/Hidupsebagai62)
Baca 10 detik
  • Porsche Macan berpelat dinas Mabes TNI viral, memicu kuat dugaan pemakaian pelat palsu.
  • Biaya operasional dan servis SUV mewah ini menembus setengah miliar selama lima tahun.
  • Ironisnya, pemilik sanggup beli mobil miliaran tapi diduga pakai pelat bodong demi previlage.

Suara.com - Sebuah Porsche Macan hitam pekat tertangkap kamera wara-wiri di jalanan dengan pelat merah bertuliskan kode 84155-00 yang diunggah oleh akun X Hidupsebagai62. Di atas kertas, kode "00" merujuk pada Markas Besar TNI.

Namun, pemandangan ini memicu pertanyaan besar: apakah ini benar-benar mobil operasional jenderal bintang dua ke atas, atau sekadar "Sultan" yang memanfaatkan celah mafia pelat nomor?

Ironisnya, siapa pun yang berada di balik kemudi SUV premium buatan Jerman ini, ia jelas bukan orang sembarangan.

Memelihara Porsche Macan bukanlah perkara sanggup membeli unitnya saja, melainkan siap "dibakar" oleh biaya operasional yang brutal.

Mesin Gahar dengan Harga Tembus Rp 2,6 Miliar

Porsche Macan yang viral ini merupakan generasi pertama (kisaran 2015-2021), bukan versi EV terbaru.

Jangan remehkan usianya. SUV ini dibekali mesin 2.0L turbocharged 4 silinder yang agresif, hingga opsi 3.0L V6 twin-turbo untuk varian yang lebih buas, memuntahkan tenaga antara 252 hp hingga 440 hp.

Untuk menebus unit bekasnya dengan kondisi prima, kocek yang harus dirogoh masih berada di angka Rp 900 juta hingga Rp 1,3 miliar.

Sementara harga barunya? Mencapai Rp 1,7 miliar hingga Rp 2,65 miliar (off the road).

Biaya Operasional Setengah Miliar: Servisnya Tak Bisa di Pinggir Jalan

Di sinilah letak ironi yang sebenarnya. Mampu membeli Porsche berarti harus siap dengan "pajak siluman" perawatannya.

Baca Juga: Kasus Mohan Hazian Viral, Porsche Macan Merah Miliknya Ikut Disorot

Dalam estimasi 5 tahun pemakaian, sang pemilik setidaknya menghabiskan dana lebih dari Rp 584 juta hanya untuk biaya operasional. Berikut rincian kasarnya:

  • Pajak Kendaraan (PKB): Sekitar Rp 30–50 juta per tahun. Total 5 tahun mencapai Rp 200 juta.
  • Servis & Sparepart: Tahun keempat adalah jadwal major service (busi, filter udara, oli transmisi) yang biayanya tembus Rp 23 juta. Dengan tarif jasa mekanik Rp 900 ribu/jam, siapkan dana setidaknya Rp 100 juta untuk 5 tahun.
  • Bahan Bakar (BBM): Mesin turbo menuntut oktan tinggi minimal RON 95 (Pertamax Turbo). Dengan asumsi jalan 1.500 km/bulan (konsumsi 1:8 km/liter), tagihan bensin mencapai Rp 159 juta dalam 5 tahun.
  • Asuransi & Biaya Tak Terduga (Ban, Kanvas Rem): Estimasi mencapai Rp 125 juta.

Total kepemilikan selama 5 tahun, jika ditambah dengan harga beli unit, bisa menyentuh angka Rp 1,78 Miliar.

Misteri Pelat "00": Benarkah Palsu?

Dengan kekuatan finansial sanggup menanggung biaya operasional setengah miliar lebih, publik dibuat heran dengan penggunaan pelat dinas Mabes TNI.

Di media sosial X (Twitter), netizen ramai menyoroti dugaan mafia pelat nomor. "Mafia plat nomor bro... asal punya duit bisa kok dapet yg 'asli', biar parcok gak berani berhentiin, apes2nya kalo ada razia garnisun, tp ya bisa diatur juga lha," tulis seorang warganet.

Jika benar ini ulah warga sipil, sungguh sebuah ironi otomotif kelas kakap: Mobilnya tahan banting dengan performa miliaran, tapi pengemudinya terlalu "manja" untuk ikut antre di kemacetan layaknya rakyat biasa.

Load More