Suara.com - CEO Magna, Seetarama Kotagiri mengatakan, mobil listrik akan mengubah cara berpikir industri otomotif tentang cara mereka membuat mobil.
Menurutnya, beberapa pembuat mobil saat ini berjanji untuk menggunakan baja yang diproduksi tanpa emisi karbon. Tetapi ada cara lebih penting, berkaitan dengan manufaktur dan bisnis otomotif secara keseluruhan.
"Ketika membangun mobil, motor listrik, dan baterai struktur yang dibutuhkan sama sekali baru. Paket baterai ditempatkan di lantai kendaraan, menurunkan pusat massanya. Komponen-komponen ini dapat bersifat struktural yang membantu mengurangi bobot dan kerumitan dalam pembuatan body mobil," ujar Seetarama Kotagiri, dikutip dari Autoevolution.
Ia menambahkan, motor listrik memiliki dimensi yang lebih kecil dan lebih efisien daripada mesin pembakaran. Ditempatkan langsung di as roda, menghemat banyak ruang.
"Jadi mobil-mobil ini dapat dibangun dengan cara yang benar-benar baru," ungkapnya.
Lebih lanjut, disampaikan Kotagiri, alih-alih menjual kendaraan yang benar-benar baru, pembuat mobil saat ini justru berlomba untuk memperbanyak fitur kendaraan.
Hal ini merupakan salah satu strategi untuk memangkas biaya produksi mereka dan meningkatkan pendapatan.
"Mobil listrik bisa menyebabkan revolusi. Mobilitas adalah alasan utama," tutup Kotagiri.
Baca Juga: Lionel Messi Bilang Goodbye ke FC Barcelona, Ini Koleksi Mobil Mewahnya
Berita Terkait
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap
-
Jadwal Lengkap Moto3 Italia: Mampukah Veda Ega Harumkan Indonesia di Sirkuit Mugello?
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?