Suara.com - Produsen mobil Korea Selatan SsangYong Motor Company berencana menerima proposal akuisisi hingga paruh September 2021. Ada 11 investor masuk daftar dan siap meminangnya.
Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Yonhap, Senin (30/8/2021), perusahaan yang tengah mengalami kesulitan pendanaan ini berencana menerima tawaran dari pembeli potensial sampai 15 September. Sementara itu, letter of intent untuk mengambilalih SsangYong datang dari berbagai latar belakang bisnis.
Antara lain SM Group, yang memiliki jaringan bisnis seputar konstruksi hingga manufaktur suku cadang mobil. Atau Edison Motors Company bekerja sama dengan Korea Corporate Governance Improvement (KCGI) atau dana ekuitas lokal.
Kilas balik kondisi SsangYong, pada April 2021 ditempatkan di bawah kurator pengadilan untuk kedua kalinya setelah menjalani proses sama satu dekade sebelumnya.
Langkah itu dilakukan ketika induk perusahaan India, Mahindra & Mahindra Ltd., gagal menarik investor karena pandemi COVID-19 berkepanjangan dan status keuangan memburuk.
Dari Januari hingga Juli, penjualan SsangYong turun 15 persen menjadi 48.229 unit mobil dari 56.846 unit pada periode yang sama tahun lalu. Jajarannya terdiri dari SUV SsangYong Tivoli, SsangYong Korando, SsangYong Rexton dan Rexton Sports.
SAIC Motor Corporation yang berbasis di China mengakuisisi 51 persen saham SsangYong pada 2004 tetapi melepaskan kendalinya pada 2009 setelah krisis keuangan global.
Pada 2011, Mahindra mengakuisisi 70 persen saham SsangYong seharga 523 miliar won dan kini memegang 74,65 persen saham di produsen mobil yang berfokus pada pembuatan mobil kategori sport Utility Vehicle atau SUV itu.
Perusahaan saat ini bertujuan untuk meluncurkan kendaraan listrik pertamanya, SsangYong Korando Emotion, di pasar Eropa pada Oktober. Selaras rencana SsangYong untuk mengubah portofolio bisnisnya dan mengembangkan setidaknya lima model kendaraan listrik selama empat tahun ke depan.
Baca Juga: SsangYong Jual Aset, Pindah Orientasi Bisnis Mobil Ramah Lingkungan
Dalam langkah-langkah swadaya, 4.700 karyawan SsangYong mulai mengambil cuti dua tahun yang tidak dibayar secara bergilir pada Juli sambil menerima perpanjangan pemotongan upah dan menangguhkan tunjangan kesejahteraan hingga Juni 2023.
Bulan lalu, perusahaan memutuskan untuk menjual jalur produksinya di Pyeongtaek, 70 km selatan Seoul, dan mencari lokasi baru untuk membangun pabrik mobil listrik.
Berita Terkait
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Prabowo Saksikan 10 MoU RI-Korea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis
-
Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Nasib Mobil China Berada di Ujung Tanduk Akibat Rencana Pemblokiran Total Negeri Paman Sam
-
Apakah Motor Listrik Bisa Melewati Banjir? Ini 5 Rekomendasi yang Aman
-
Harga BBM Pertamina Tidak Jadi Naik, Apakah Shell, BP, Mobil, Vivo Ada Kenaikan?
-
Bikin Harga Motor Mahal, Fitur Keyless Punya Bahaya yang Wajib Anda Tahu
-
7 Motor Listrik Jarak Tempuh Terjauh Harga Rp11 Jutaan, Sekali Ngecas Bisa Ngebut sampai 150 Km
-
Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?
-
Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia
-
Duel Kualitas BBM Shell vs Pertamina: Mana yang Lebih Irit dan Bikin Mesin Awet?
-
Lupakan Mobil Baru, 7 Hatchback Bekas Rp100 Jutaan Ini Masih Keren dan 'Fun to Drive'!
-
Chery Tiggo Cross CSH Tiba-Tiba Terbakar di Tol, CSI Beri Penjelasan...