Bola / Bola Dunia
Kamis, 14 Mei 2026 | 19:35 WIB
Profil Cha Bum-kun, legenda Korea Selatan yang membuka jalan pemain Asia di Eropa dan menjadi inspirasi Timnas Korea Selatan jelang Piala Dunia 2026. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Cha Bum-kun merupakan legenda sepak bola Korea Selatan yang menjadi perintis kesuksesan pemain Asia di kompetisi elite Eropa.
  • Ia meraih prestasi gemilang bersama klub Jerman pada era 1980-an dengan mencetak rekor gol dan meraih gelar juara.
  • Dedikasinya diakui melalui penghargaan pemerintah Jerman serta status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi tim nasionalnya.

Suara.com - Timnas Korea Selatan yang kini tengah mempersiapkan skuad terbaiknya menuju panggung Piala Dunia 2026 tentu tidak akan pernah melupakan sosok legendaris bernama Cha Bum-kun.

Pria kelahiran Hwaseong ini diakui secara luas sebagai pesepak bola terhebat dalam sejarah negaranya sekaligus perintis utama masuknya talenta Asia ke kompetisi elite Eropa.

Sebelum berseragam Eintracht Frankfurt dan Bayer Leverkusen, striker tajam ini membangun reputasi mengerikan berkat kecepatan eksplosif serta kemampuan penyelesaian akhir yang mematikan.

Publik sepak bola Jerman pada era 1980-an bahkan menjulukinya “Tscha Bum” atau “Cha Boom” karena kemampuan melepaskan tembakan sekencang kilat.

Sir Alex Ferguson yang kala itu menukangi Aberdeen tak ragu memuji sang penyerang dengan menyebutnya sebagai pemain yang tidak bisa dihentikan.

Awal Mula Perjuangan Sang Perintis

Perjalanan karier sang legenda dimulai dari nol ketika ia terpaksa pindah dari SMP Yeongdo ke SMP Kyungshin setelah klub sepak bola sekolahnya dibubarkan.

Masa SMA-nya dipenuhi rintangan berat hingga nyaris putus sekolah akibat kekerasan dari siswa yang lebih tua sebelum akhirnya diselamatkan oleh manajer Chang Woon-soo.

Bakatnya cepat tercium hingga ia mencatat rekor dunia sebagai pemain termuda yang mencapai 100 penampilan internasional pada usia 24 tahun 35 hari.

Baca Juga: Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026

Lompatan besar ke kompetisi kasta tertinggi Jerman sempat tertunda oleh kewajiban dinas militer bersama Angkatan Udara pada akhir 1970-an.

Kontrak pertamanya bersama Darmstadt 98 terhenti setelah ia dipanggil kembali untuk menyelesaikan masa dinas yang berakhir pada Mei 1979.

Ledakan Bomber Asia di Tanah Eropa

Setelah kewajiban negara selesai, ia bergabung dengan klub kasta tertinggi Jerman pada usia 26 tahun dan langsung mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut.

Gelar Piala UEFA ia persembahkan untuk dua klub berbeda yang dibelanya, menjadikannya salah satu penyerang paling disegani di Eropa.

Legenda Jerman Lothar Matthäus secara terbuka mengakui kehebatannya dan menyebutnya sebagai “salah satu penyerang terbaik di dunia”.

Load More