Suara.com - Di ajang Tokyo Motor Show 2019, Toyota Motor Corporation menyatakan haluan pabrikannya tidak lagi hanya berorientasi kepada sektor otomotif, namun mobilitas. Yang merangkum teknologi masa depan, serta wahana transportasi tanpa emisi karbon.
Dalam Workshop Wartawan Industri 2021 yang digelar PT Astra International Tbk., secara daring dan Suara.com ikut hadir sebagai partisipan, Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) menyampaikan hal senada.
Bahwa Toyota sebagai salah satu kebanggaan Indonesia siap mentransformasikan moto Mobility Happiness For All. Sekaligus sebagai momentum memperingati 50 tahun kehadiran Toyota di Tanah Air.
"Dari produsen mobil secara tradisional, kami beranjak ke dunia mobility, serta berupaya menyediakan even better cars, sustainable products, dan menggunakan sumber produksi di Indonesia," papar Anton Jimmi Suwandy.
Dalam situasi pandemi COVID-19, bukan berarti langkah Toyota bersama masyarakat Indonesia terhenti. Bila ada produk baru, maka akan dilakukan product launching, sehingga masyarakat selalu update informasi.
Demikian pula menyangkut mobil listrik atau produk terelektrifikasi.
"Pasar hybrid meningkat cepat di saat-saat terakhir ini. Kami juga menyediakan berbagai produk ramah lingkungan dengan harapan disukai oleh konsumen Tanah Air," paparnya.
Dan menilik minat konsumen akan mobil dengan bahan bakar non-minyak bumi termasuk kategori hybrid, PT TAM berharap kelak tidak hanya menyodorkan mobil elektrifikasi dalam bentuk Completely Built-Up atau CBU.
"Kami berharap kelak akan menyediakan mobil hybrid yang dirakit di sini, dalam bentuk Completely Knock-Down (CKD)," lanjutnya.
Baca Juga: Subsidi Pajak Mobil Baru Jadi Pendukung Self Recovery Toyota
Selain harapan soal produk mobil listrik, juga ditambahkannya bahwa PT TAM telah meluncurkan EZDeal sebagai bentuk kemudahan bagi konsumen untuk memiliki produk Toyota via aplikasi daring.
"Inilah touch point digital untuk memberikan kemudahan komunikasi antara Toyota dengan para konsumennya," tutup Anton Jimmi Suwandy.
Berita Terkait
-
Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia
-
GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China
-
Pesona Mobil Listrik Mirip Suzuki Swift Racikan 'Geng' Wuling, Begini Bocorannya
-
Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid
-
BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester 1: Ini Daftar Mobil Terlaris Toyota
-
Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan
-
Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu, Simak Ciri-Ciri yang Wajib Diketahui
-
Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester 1: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan
-
Perjalanan Satu Tahun Suzuki Fronx Melampaui Target Penjualan
-
Pemesanan JETOUR T1 dengan Harga Khusus Tembus 800 Unit Dalam Sebulan
-
Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia
-
Ini Ciri Mobil Butuh Servis Rutin Meski Belum Mogok
-
GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China