Suara.com - American Honda Motor Company mengumumkan penarikan kembali atau recall untuk model Honda CB500X dan Honda CBR500R ABS produksi 2019 dan 2020. Penyebabnya adalah ditemukan potensi kebocoran minyak rem akibat penggunaan gemuk yang tidak tepat selama perakitan.
Sehingga jika minyak rem bocor, jarak pengereman tidak bisa maksimal, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.
Mengutip Rideapart, total ada sekitar 262 unit sepeda motor yang berpotensi terlibat recall ini. Sementara Honda memperkirakan bahwa hanya sekitar satu persen dari jumlah unit yang dipasarkan di Amerika Serikat yang mungkin terpengaruh.
Pada model terdampak, Honda mengatakan terdapat pelumas berlebih di bagian O-ring piston reservoir pada modulator ABS. Jika terus digunakan, gemuk bisa menarik benda asing ke dalamnya (seperti kotoran atau serpihan), yang mungkin terjepit di katup saat melakukan pengereman.
Hal ini pada saatnya, dapat menyebabkan kebocoran minyak rem yang berpengaruh terhadap jarak pengereman yang lebih jauh dan potensi kecelakaan yang lebih besar.
Honda sebelumnya juga mengeluarkan penarikan terkait masalah serupa pada 2020 untuk model tertentu di luar Amerika Serikat. Hingga 26 Agustus 2021, Honda belum menerima laporan terkait kecelakaan atau cedera akibat permaslahan ini.
Namun, perusahaan berinisiatif untuk melakukan penarikan demi keselamatan konsumen. Pemilik model terdampak akan mendapatkan penggantian modulator AB secara gratis lewat diler resmi Honda.
Sedangkan pemilik akan segera mendapat pemberitahuan mulai 29 Oktober 2021.
Berikut daftar model terdampak recall:
- Honda CB500X: 12 unit dengan tahun produksi antara 19 September 2019-26 September 2019.
- Honda CB500X 2020: 48 unit dengan tahun produksi antara 14 November 2019-13 Januari 2020
- Honda CBR500R ABS: 16 unit diproduksi antara 14 Agustus 2019- 27 Agustus 2019
- Honda CBR500R ABS 2020: sekitar 186 unit diproduksi antara 13 November 2019-15 Januari 2020
Baca Juga: Suzuki Indonesia Recall 1.540 Unit Jimny, Ini Masalahnya
Berita Terkait
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Penjualan Honda Terjun Bebas saat Gandeng GAC di China
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan